Sore itu, angin berhembus sepoi menerpa dedaunan cemara, menjulang di lapangan Merdeka. Hembusannya semilir terasa di kulit hingga menghujam di dada.
Sedikit tenang meski jiwa meronta mungkin dikalangan warga penikmat tempat terbuka. Area ini tepat di depan Pendopo Walikota.
Hari biasa, tak ramai warga bertandang menikmati suasana. Meski sedikit, mungkin tempat ini bisa jadi penyejuk jiwa. Berkreasi bersama keluarga tercinta.

Dari kejauhan ditengah lapangan, ratusan pemuda – pemudi usia belia. Mereka berolahraga menempa talenta. Demikian dengan para pramuniaga, permainan anak menjadi produk yang di jaja.

Pedagang asongan juga ikut mencari laba. Tawarkan minuman jenis soda seraya makanan ringan yang tersedia. Lapangan Merdeka jadikan tempat wisata. Salah satu ikon kota Langsa.
Sore itu, riuh reda. Penerangan mulai menyala. Kakiku beranjak sila, karena malam menjelang tiba.**

















