Sepeda Butut, Pria Renta Pengepul Barang Bekas

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | Atjeh Terkini.id – Pagi itu, embun masih menyisakan tetesannya di dedaunan. Teriknya mentari menyapa begitu hangat telusur bumi. Aktifitas masyarakat mengais rezeki seiring menyertai. Segala bentuk pekerjaan dilakoni dengan seteguh hati.

Demikian juga dengan pria lanjut usia ini. Hamdani (70) warga Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota. Mengumpulkan barang bekas adalah pekerjaannya sehari-hari hari.

“Cukuplah untuk beras, ikan asin, dan bumbu dapur guna kebutuhan tiap hari,” Kata Hamdani memelas, Rabu (22/4/2026).

Menghuni rumah kontrak sudah dilakoninya sepanjang hidup. Ia bersama istri, seorang anak dan cucu tinggal bersama dalam keterbatasan ekonomi yang melilitnya.

Dengan sepeda butut dan keranjang bambu, ia berkeliaran di setiap tumpukan sampah di kawasan Kota Langsa. Matanya terbelalak bak kamera auto fokus ketika menyortir barang bekas yang memiliki nilai jual.

Baca Juga :  JDIH Kota Langsa Raih Predikat AA Tingkat Nasional

Ia mengaku memiliki Kartu Keluarga (KK) sebagai warga gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat. Namun mirisnya, ia tak bisa menetap di gampong itu, karena harus berpindah pindah tempat menyewa rumah dengan harga lebih murah.

“Untuk sewa rumah saya harus mengumpulkan uang sebesar 6 juta pertahunnya. Terkadang biaya itu dibantu oleh anak,” bebernya.

Meski, memiliki 8 orang anak, Hamdani tak bisa berharap banyak. Pasalnya, ketujuh dari mereka berdomisili di luar negeri (Malaysia – red). Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjibaku dengan sampah.

“Sesekali mereka ada mengirimkan uang untuk keluarga disini, namun terbatas jumlahnya, karena itu saya harus bekerja agar yang di rumah bisa makan,” keluhnya.

Baca Juga :  Zulhas Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kota Langsa

Pasca bencana banjir November 2025, ia mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan namanya tak masuk sebagai penerima Jaminan Hidup dan bantuan Rumah Rusak, baik tahap I dan II.

“Sampai dengan sekarang belum ada yang menyampaikan kepada saya ihkwal tersebut, semoga menjadi perhatian bagi mereka yang memiliki kewenangan terkait bantuan tersebut,” pungkas pria renta ini.

Terik mentari tak jadi halangan dan rintangan. Tekad dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dilakoninya dengan tulus.

Dibalik tubuhnya yang ringkih tersimpan semangat yang gigih. Roda sepeda butut dengan isi penuh sampah berputar seiring putaran kehidupan yang di perankan laki – laki tua itu. (**)

Berita Terkait

Walikota Langsa Tinjau Langsung Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H
Rumah Warga Dibobol Maling, Gasak Lima Mayam dan Uang Rp 10 Juta
Banjir Rob Genangi Pemukiman Warga, Petani Tambak Merugi
KDMP Geudubang Jawa di Langsa Diresmikan Presiden Prabowo Subianto 
Data Jadup Tahap II Selesai, Kadis Sosial: Tinggal Menunggu dari Pusat 
Perumda Tirta Keumuneng Launching Aplikasi My Tirta Keumuneng Gelar Diklat Capacity Building
CFD, Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Merdeka Langsa 
Pelantikan FK.P70 Periode 2025-2030, Ketum : Miliki Surat Izin dari Mendagri 
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:54 WIB

Walikota Langsa Tinjau Langsung Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58 WIB

Rumah Warga Dibobol Maling, Gasak Lima Mayam dan Uang Rp 10 Juta

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:55 WIB

Banjir Rob Genangi Pemukiman Warga, Petani Tambak Merugi

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:30 WIB

KDMP Geudubang Jawa di Langsa Diresmikan Presiden Prabowo Subianto 

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:29 WIB

Data Jadup Tahap II Selesai, Kadis Sosial: Tinggal Menunggu dari Pusat 

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemko Langsa Jalin Kerjasama dengan LPP- RRI Lhokseumawe

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:27 WIB