Langsa | Atjeh Terkini.id – Sejumlah warga Dusun PJKA, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, yang telah terlanjur menerima dana bantuan rumah rusak akibat banjir (Bantuan Stimulan Tahap I) di Kota Langsa mengaku telah habis digunakan membeli material untuk perbaikan rumahnya.
“Sejumlah uang yang telah di terima sebesar 50 persen dari total 15 juta untuk dana bantuan rumah rusak ringan sudah di gunakan untuk perbaikan rumah,” ungkap Sri Rezeki (36) salah seorang warga Dusun PJKA Gampong Jawa, Jumat (24/4/2026) sore.
Ia mengaku, menerima dana stimulan bantuan rumah rusak tahap I akibat banjir, sebelum sejumlah persyaratan penerima dikeluarkan oleh pemerintah.
“Saat itu belum ada persyaratan tersebut, nama saya sudah tercantum sebagai penerima bantuan Stimulan Tahap I, belakangan baru ada sejumlah persyaratan itu,” ujarnya lagi, yang di benarkan oleh penerima lainnya.
Ia mengaku tak lagi memiliki uang untuk dikembalikan, karena sudah terpakai membeli material untuk perbaikan rumahnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Sumarlaini (57). Sejumlah dana yang diterima dari bantuan stimulan Tahap I juga telah terpakai membeli material memperbaiki rumah.
“Meski kami tinggal di tanah milik PT. KAI, tapi rumah kami rusak terkena banjir. Kalau tak diperbaiki tak dapat dihuni. Uang tersebut sudah dibelikan material untuk perbaikan rumah,” ujarnya.
Ia mengaku pasrah dan tak memiliki uang untuk dikembalikan. Bahkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit didapat karena suami dalam keadaaan sakit parah.
“Tak ada lagi uangnya, macam mana dikembalikan, sudah habis semua untuk perbaikan rumah, itupun masih kurang, kalau bisa ditambah lagi, ” paparnya polos.
Kendati demikian kata Sumarlaini, bila tak percaya terhadap pernyataan mereka, ia dan sejumlah warga lainnya yang mendapat bantuan, mempersilahkan pihak terkait untuk melihat langsung kondisi rumah yang telah diperbaiki.

“Kalau tak percaya datang aja kemari, lihat langsung,” ungkapnya lagi.
Ia juga menyebut bahwa sebagian besar warga yang menempati tanah PT.KAI merupakan ahli waris dari orang tua mereka yang sebelumnya yang memiliki rumah dan bekerja di perusahaan itu.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) PJKA Saiful Bahri mengatakan, sejumlah warga yang menerima bantuan stimulan tahap I adalah masyarakat menengah ke bawah.
“Mereka tergolong masyarakat menengah ke bawah, kalau uang tersebut tidak ada lagi karena telah memperbaiki rumah rusak terkena banjir,” kata Saiful Bahri.
Bahkan mirisnya ungkap Kadus, salah seorang warganya atas nama Bustami Ahmad rumahnya roboh diterjang banjir tidak mendapat bantuan.
“Jangankan dapat dana bantuan stimulan rumah rusak, dana Jadup saja tak dapat,” ujar Saiful.
Ia berharap kepada pemerintah untuk memberikan keringanan kepada masyarakatnya karena tidak mampu mengembalikan uang bantuan tersebut.(**)

















