Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Warga Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat tetap merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat dan kebersamaan, meski masih dalam masa pemulihan pascabanjir, Sabtu (21/3/2026).
Sejak pagi, ratusan warga memadati masjid dan lapangan terbuka untuk melaksanakan salat Id berjamaah. Pelaksanaan ibadah dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, diawali dengan gema takbir yang berkumandang di seluruh penjuru kecamatan. Aparat keamanan turut berjaga guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan salat oleh sebagian kelompok masyarakat, suasana tetap berlangsung kondusif. Warga saling menghormati perbedaan, mencerminkan tingginya toleransi dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Malam sebelumnya, suasana takbiran di sejumlah gampong berlangsung meriah. Warga menggelar pawai obor dan arak-arakan kendaraan hias bernuansa Islami, menambah semarak dalam menyambut hari kemenangan.

Namun, perayaan Idul Fitri tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam. Sejumlah desa terdampak banjir, di antaranya Desa Sikundo, Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Canggai, Desa Ketambang, Desa Lango, dan Desa Pulo Teungoh.
Sebagian warga masih berupaya memulihkan kondisi pascabanjir yang sempat merusak permukiman dan harta benda. Meski demikian, mereka tetap menunjukkan semangat kebersamaan dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.
“Alhamdulillah, walaupun sempat terdampak banjir, kami masih bisa merayakan lebaran bersama keluarga,” ujar Idrus (45), salah seorang warga.
Hal senada disampaikan Nur Kamari (38), yang berharap kondisi segera pulih.
“Kami berharap ke depan keadaan bisa lebih baik. Yang penting sekarang kami tetap kuat dan saling membantu,” katanya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih aman dan layak.
Momentum Idul Fitri di Pante Ceureumen tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga simbol keteguhan, solidaritas, dan harapan masyarakat untuk bangkit dari bencana.(**)

















