Simeuleu | Atjeh Terkini.id – Aktivis Mahasiswa Agim Jipima, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue di bawah kepemimpinan Ilham Wahyudi.
Apresiasi ini mencuat pasca langkah berani tim penyidik melakukan penggeledahan di RSUD Simeulue pada Selasa kemarin (5/5/2026).
Agim yang Juga selaku ketua Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Amabaan (HIPPMA) mengatakan, penggeledahan ruang keuangan terkait dugaan penyimpangan dana pembangunan Gedung Neurologi dan Fisioterapi merupakan bukti nyata komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu di wilayah kepulauan tersebut.
Menurut Agim, langkah Kejari Simeulue sangat tepat untuk menjawab keraguan publik selama ini. Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan adalah layanan dasar yang menyentuh kepentingan rakyat banyak, sehingga anggarannya tidak boleh dimainkan oleh pihak manapun.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian Kajari Simeulue beserta tim. Tindakan penggeledahan ini menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak main-main dalam mengusut jejak aliran dana yang diduga tidak sesuai dengan realisasi fisik di lapangan,” ujar Agim ke media ini, Rabu (6/5/2026).
Lebih lanjut, Agim berharap agar penyidikan ini dilakukan secara transparan hingga tuntas. Ia menekankan bahwa pembangunan Gedung Neurologi seharusnya menjadi fasilitas vital bagi pasien saraf di Simeulue, namun sangat disayangkan jika pengerjaannya justru tersandung masalah hukum.
“Publik menunggu hasil pendalaman ini. Jika memang ditemukan kerugian negara, kami berharap aktor-aktor yang terlibat segera ditetapkan status hukumnya agar menjadi pelajaran bagi instansi lain dalam mengelola uang rakyat,” tambahnya.
Agim juga berharap agar kasus-kasus yang masih menyangkut di Kejari saat ini juga segera di tindak lanjut, seperti kasus baitul mal segera dituntaskan.
Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang menjanggal ditengah-tengah Masyarakat segera terjawab, pungkasnya.
Sebelumnya, tim penyidik Kejari Simeulue melakukan penyisiran dokumen di RSUD Simeulue guna mencari bukti kontrak dan administrasi keuangan proyek pembangunan gedung spesialis. Langkah ini diambil untuk mencocokkan kesesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan progres fisik yang ada.(AM)

















