Simeulue | Atjeh Terkini.id – Masyarakat di wilayah Kecamatan Alafan dan Simeulue Barat kini berada di titik puncak kesabaran. Pasalnya, pemadaman listrik yang dijuluki fenomena “Lampu Disco” hidup sejenak lalu padam berjam-jam
kian memprihatinkan hingga berimbas lumpuhnya aktivitas warga di ujung Barat Kabupaten Simeulue.
Kronologi Pemadaman yang “Melelahkan”
Keluhan ini mencuat ke publik setelah Ikramullah HF, seorang tokoh pemuda setempat, membeberkan kondisi rill yang dialami warga pada sebuah group WhatsApp. Menurutnya, pemadaman terjadi secara beruntun tanpa mengenal waktu, bahkan saat cuaca dalam kondisi cerah.
“Tadi malam mati sampai 5 jam, tadi sore 4 jam. Bahkan setelah Maghrib, listrik hanya hidup 5 menit lalu padam lagi sampai sekarang. Ini sudah parah dan sangat tidak manusiawi bagi kami pelanggan yang taat membayar tagihan dan membeli token,” tegas Ikramullah dalam sebuah diskusi hangat di grup komunikasi warga, Rabu (15/04/2026).
Masyarakat merasa dianaktirikan karena seringkali tidak ada penjelasan konkret di balik pemadaman yang terjadi berkali-kali dalam sehari. Kondisi ini pun berdampak luas, mulai dari kerusakan alat elektronik hingga terhambatnya sektor usaha kecil menengah (UMKM).
Menanggapi keluhan tersebut, Randi Milano, perwakilan pihak PLN terkait, memberikan klarifikasi teknis. Ia menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi di lapangan cukup kompleks karena melibatkan sentuhan fisik pada jaringan distribusi.
“Section Langi sampai dengan Kewak Pantai dan Lhok Makmur terdeteksi ada sentuhan pada kabel distribusi. Petugas sudah melacak secara kasat mata, namun saat sistem dijalankan, listrik hanya bertahan sesaat kemudian kembali padam (trip),” jelas Randi pada satu tulisan di sebuah group.
Dampak dari gangguan kabel ini meluas hingga ke wilayah Karya Bakti kecamatan salang. Pihak PLN menyatakan bahwa petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk menyisir dan memastikan titik gangguan demi menormalkan kembali aliran listrik.
Bukan Sekadar Janji meski telah mendapatkan penjelasan teknis, warga Alafan dan Simeulue Barat tetap mendesak adanya solusi permanen. Mereka tidak ingin lagi mendengar alasan klasik “sedang diperbaiki” tanpa ada perubahan jangka panjang yang nyata.Tegas Ikramullah.
Warga meminta adanya pemberitahuan resmi jika akan dilakukan pemeliharaan agar warga bisa bersiap-siap.tutup Ikramullah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu di kegelapan, berharap langkah nyata dari PLN dan Pemerintah Daerah Simeulue segera memulihkan “nyawa” ekonomi dan aktivitas mereka yang lumpuh akibat krisis listrik ini.(AM)
















