Kinerja Kepala BNN Propinsi Aceh Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani Diapresiasi Tokoh Muda Simeuleu 

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Muda Simeulue Faji Amin

Tokoh Muda Simeulue Faji Amin

Banda Aceh | Atjeh Terkini.id – Tokoh muda Simeulue dan alumni Prodi ilmu Politik, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Faji Amin. S.IP memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh yang di pimpin oleh Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.S.

Hal tersebut merujuk pada capaian signifikan dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah Aceh dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, BNNP Aceh berhasil mengungkap sebanyak 65 kilogram narkotika yang berupaya masuk ke daerah Aceh.

Menurut Faji Amin, capaian ini merupakan indikator kuat bahwa BNNP Aceh tengah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat fungsi penindakan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap peredaran narkotika.

“Keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan kerja nyata dalam melindungi masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, dari ancaman serius narkoba,” ujar Faji dalam keterangan persnya, Rabu (22/4/2026).

Faji menilai, keberhasilan mengungkap 65 kilogram narkotika dalam waktu tiga bulan merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat kompleksitas jaringan peredaran narkotika yang semakin terorganisir dan lintas wilayah.

Ia melihat adanya peningkatan kapasitas kelembagaan BNNP Aceh, baik dari sisi intelijen, koordinasi lintas sektor, maupun ketepatan dalam melakukan operasi penindakan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berbasis pemetaan risiko dan deteksi dini.

Baca Juga :  Jelang Kampanye Terbuka, BKO Sat Brimob Polda Aceh Lakukan Sterilisasi

“Ini menunjukkan adanya pendekatan yang lebih sistematis. Penindakan yang dilakukan bukan sekadar respons, tetapi hasil dari kerja intelijen yang matang dan kolaborasi yang solid,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faji menyoroti posisi geografis Aceh yang strategis sekaligus rentan terhadap penyelundupan narkotika, terutama melalui jalur laut yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.

Kondisi ini menjadikan Aceh sebagai salah satu pintu masuk potensial bagi jaringan narkotika internasional. Oleh karena itu, keberhasilan BNNP Aceh dalam menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar dinilai sebagai langkah penting dalam memutus rantai distribusi sejak dari hulu.

“Dengan kondisi geografis yang terbuka, penguatan pengawasan menjadi mutlak. Apa yang dilakukan BNNP Aceh hari ini menunjukkan adanya keseriusan dalam menjaga wilayah dari ancaman tersebut,” ungkapnya.

Meski memberikan apresiasi, Faji Amin menekankan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan penindakan semata. Ia menilai diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup aspek pencegahan, edukasi, serta rehabilitasi bagi pengguna.

Menurutnya, upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, harus diperkuat agar mereka memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkotika. Di sisi lain, program rehabilitasi juga perlu ditingkatkan guna memastikan para korban penyalahgunaan dapat kembali produktif di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Gaji ASN Simeulue Terlambat, Ketua PBB : Pemerintah Bijak Kelola Anggaran

“Penindakan adalah langkah penting, tetapi pencegahan adalah investasi jangka panjang. Edukasi dan rehabilitasi harus berjalan beriringan agar persoalan narkotika dapat ditangani secara menyeluruh,” tegasnya.

Faji juga berharap capaian yang telah diraih BNNP Aceh dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui inovasi program serta penguatan sinergi antar lembaga.

Ia menilai, konsistensi dalam kinerja menjadi faktor kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan.

“Momentum ini harus dijaga. Kinerja yang baik perlu diikuti dengan inovasi dan konsistensi agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Faji Amin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika. Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Partisipasi masyarakat, menurutnya, dapat diwujudkan melalui peningkatan kewaspadaan, pelaporan terhadap aktivitas mencurigakan, serta keterlibatan dalam program-program pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait.

“Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, saya optimistis Aceh dapat menjadi wilayah yang lebih aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika,” tutup Faji Amin.(AM)

Berita Terkait

Kunker Kapolda Aceh Rambongan di Sambut Forkopinda di Bandara Lasikin Simeulue
Masyarakat Simeulue Keluhkan Listrik Sering Padam, Banyak alat Elektronik Rusak
Tak Hanya Resmikan Gedung, Kajati Aceh Ajak Forkopimda Simeulue Tanam Jagung Perdana
Kas Daerah kosong, Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Bupati dan DPRK: “Lobi ke Jakarta atau Sekedar Pleseran?”
Gaji ASN Simeulue Terlambat, Ketua PBB : Pemerintah Bijak Kelola Anggaran
‎Diisolasi 90 Hari di Lapas Sinabang, Hak Ibadah Wartawan Alumni LPDS Dipertanyakan
Dugaan Pelecehan dalam Rekrutmen MBG Simeulue, Pelamar Beberkan Pengakuan
Aktivis Mahasiswa Apresiasi Kejari Usut Dugaan Korupsi RSUD Simeuleu
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:57 WIB

Kunker Kapolda Aceh Rambongan di Sambut Forkopinda di Bandara Lasikin Simeulue

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05 WIB

Masyarakat Simeulue Keluhkan Listrik Sering Padam, Banyak alat Elektronik Rusak

Senin, 11 Mei 2026 - 20:05 WIB

Tak Hanya Resmikan Gedung, Kajati Aceh Ajak Forkopimda Simeulue Tanam Jagung Perdana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:22 WIB

Kas Daerah kosong, Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Bupati dan DPRK: “Lobi ke Jakarta atau Sekedar Pleseran?”

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gaji ASN Simeulue Terlambat, Ketua PBB : Pemerintah Bijak Kelola Anggaran

Berita Terbaru