SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan Diresmikan 2 Kementerian

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan | Atjeh  Terkini.id — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan meresmikan SPBU Nelayan milik Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Selatan pada Selasa, (28/4/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan sektor perikanan dan koperasi guna mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir di daerah tersebut.

Kegiatan bersejarah itu turut dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, jajaran kementerian dan lembaga negara, pimpinan Pertamina, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pengurus KNTI dari tingkat pusat hingga daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS menyampaikan bahwa kehadiran SPBU Nelayan KNTI merupakan bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat nelayan, khususnya dalam memberikan akses energi yang lebih mudah dan terjangkau bagi para pelaku usaha perikanan.

“Peresmian SPBU Nelayan ini menjadi catatan sejarah bagi sektor koperasi dan kelautan perikanan di Aceh Selatan. Kehadiran pemerintah pusat di daerah kami menjadi bukti nyata perhatian terhadap kesejahteraan nelayan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menyampaikan, ini merupakan program presiden dalam rangka memperkuat ekonomi di wilayah pesisir.

Baca Juga :  Tanah Longsor Menutupi Jalan, Aktivitas Warga Lumpuh Total

“Dengan adanya MoU kerjasama kementerian koperasi, kementerian kelautan dan perikanan dengan Pertamina diharapkan bisa cepat merealisasikan program ini sehingga para nelayan yang tergabung dalam KNTI bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menaruh harapan besar terhadap program strategis nasional berbasis koperasi yang terus digaungkan pemerintah pusat, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga saat ini, Aceh Selatan tercatat memiliki 260 unit KDMP dan 433 koperasi non-KDMP yang terus berkembang.

Selain itu, pemerintah daerah turut menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah pusat, di antaranya pendampingan koperasi berbasis kearifan lokal dan ekonomi syariah, dukungan hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti hasil laut, nilam, dan pala, hingga penguatan program Kampung Nelayan Merah Putih di empat gampong yang telah disurvei oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Wakil Mentri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf mengharapkan KNTI terus menyampaikan berbagai program untuk kesejahteraan nelayan,

Aceh Selatan sendiri memiliki potensi kelautan yang besar. Dari 18 kecamatan, sebanyak 13 kecamatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dengan total 71 desa pesisir. Terdapat lebih dari 7.000 nelayan dengan 2.452 armada penangkapan ikan yang aktif beroperasi. Berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2025, produksi perikanan tangkap Aceh Selatan mencapai lebih dari 32 ribu ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp968 miliar per tahun.

Baca Juga :  Warga Pulo Kambing Gelar Rapat Sanksi “Gempar Malu” Perkuat Disiplin Sosial

Meski demikian, Bupati mengakui bahwa potensi tersebut belum tergarap maksimal akibat keterbatasan sarana penangkapan ikan dan infrastruktur pelabuhan yang masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus membangkitkan ekonomi rakyat melalui tiga sektor utama, yakni kelautan, pertanian/perkebunan, serta peternakan dan budidaya. Pemerintah daerah juga akan mendorong peran BUMD dalam pembiayaan, pembinaan produksi, pemasaran, hingga menjadi off taker bagi hasil produksi masyarakat.

Bupati berharap keberadaan SPBU Nelayan KNTI dapat menjadi solusi bagi para nelayan dalam memperoleh akses solar subsidi secara lebih mudah, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan tangkap di Aceh Selatan.

“Dengan garis pantai sepanjang 130 kilometer yang dimiliki Aceh Selatan, ke depan kita berharap SPBU Nelayan seperti ini dapat hadir lebih banyak lagi agar akses energi bagi nelayan semakin mudah dan merata,” tutupnya. (Khairul Miza)

Berita Terkait

Barang Bukti Hasil Kejahatan Dimusnahkan Kejari Aceh Selatan
Kolaborasi Disdukcapil dengan Baitul Mal Hadirkan SIM-MAS TERPADU
Jalan Lintas Nasional Berlubang di Pegunungan Lhok Rukam – Batu Itam, Intai Korban Pelalu Lintas 
Edi Saputra asal Kluet Raya, Siap Ukir Mimpi di Panggung Dangdut Nasional
Upaya Ketahan Pangan Kabid SDA Sebutkan Irigasi Gunung Pudung Lakukan Normalisasi secara Bertahap
H. Mirwan Apresiasi Target DP3AKB Wujudkan Aceh Selatan Layak Anak
Disdukcapil Imbau Warga Aceh Selatan Rekam KTP-el untuk Kelancaran Penerbitan KK
H. Baital Mukaddis Buka Forum RKPD Aceh Selatan Tahun 2027, Tekankan Sinergi dan Prioritas Pembangunan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:00 WIB

SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan Diresmikan 2 Kementerian

Rabu, 22 April 2026 - 15:47 WIB

Barang Bukti Hasil Kejahatan Dimusnahkan Kejari Aceh Selatan

Senin, 20 April 2026 - 20:20 WIB

Kolaborasi Disdukcapil dengan Baitul Mal Hadirkan SIM-MAS TERPADU

Sabtu, 18 April 2026 - 18:31 WIB

Jalan Lintas Nasional Berlubang di Pegunungan Lhok Rukam – Batu Itam, Intai Korban Pelalu Lintas 

Senin, 13 April 2026 - 14:10 WIB

Edi Saputra asal Kluet Raya, Siap Ukir Mimpi di Panggung Dangdut Nasional

Berita Terbaru

Aceh Selatan

SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan Diresmikan 2 Kementerian

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:00 WIB

Langsa

Pemko Langsa Terbitkan Link Penerima Jadup Tahap II

Selasa, 28 Apr 2026 - 14:02 WIB