Pemerintah Abai, Potret Buram Siswa SD Penyintas Banjir Belajar di Gedung Posyandu

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh | Atjeh Terkini.id –  Bau kotoran kerbau menyengat. Ruang sempit itu dipenuhi puluhan anak berseragam merah putih. Mereka adalah murid SD Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Mereka tak peduli dengan kondisi memilukan itu. Ibarat  kata pepatah belajar diwaktu kecil ibarat mengukir di atas batu. Itu semua dilakukan akibat akses transportasi (jembatan- red) menuju ke sekolah tak kunjung diperbaiki imbas diterjang banjir tahun lalu.

Bukan keterpaksaan, tapi tuntutan akan memperoleh pendidikan tak goyah meski diterpa ujian. Mereka tetap semangat meski belum mendapat perhatian.

Demikian sekilas wajah potret buram pendidikan di pedalaman Aceh Barat yang kembali tersingkap. Di tengah gencarnya pidato pejabat tentang kemajuan pendidikan dan kesejahteraan rakyat.

Kondisi memilukan itu terjadi hingga Kamis, 7 Mei 2026, belum terlihat langkah nyata ataupun penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Baca Juga :  H. Hasan Basri SH MH Terpilih Sebagai Ketua IKA FH Unsam Periode 2026-2031

Anak-anak yang seharusnya menikmati ruang belajar yang aman dan layak kini harus duduk berhimpitan di ruangan pengap, berlantai becek, dan dipenuhi aroma menyengat dari kotoran ternak di sekitar lokasi. Setiap hari mereka dipaksa belajar dalam kondisi yang jauh dari kata manusiawi.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana kehadiran negara ketika hak dasar pendidikan anak-anak pedalaman terabaikan?

Bukan hanya infrastruktur yang lumpuh, perhatian pemerintah terhadap siswa di wilayah terpencil juga dinilai nyaris tidak ada. Warga menyebut para siswa yang belajar di posyandu Desa Canggai bahkan belum pernah merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah.

Tokoh masyarakat setempat, M. Idrus, menilai pemerintah terlalu sibuk dengan seremoni dan pencitraan, sementara penderitaan masyarakat pedalaman dibiarkan berlangsung tanpa solusi.

Baca Juga :  SDN 3 Birem Rayeuk Juara I Pawai Alegoris

“Ini bukan sekadar soal jembatan rusak. Ini soal masa depan anak-anak yang dipaksa belajar di tempat bau kotoran kerbau. Mereka melewati jalan berlumpur setiap hari, tapi pemerintah seperti tutup mata. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, sama saja negara sedang membunuh semangat belajar anak-anak pedalaman,” tegas Idrus.

Warga menilai lambannya penanganan memperlihatkan ketimpangan pembangunan yang masih tajam antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Ketika daerah lain berbicara soal digitalisasi pendidikan, anak-anak di Desa Canggai justru masih berjuang mencari tempat belajar yang layak.

Masyarakat mendesak Pemerintah Aceh Barat, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk memperbaiki jembatan serta menyediakan fasilitas belajar darurat yang manusiawi. Jika tidak, pemerintah dianggap gagal menjamin hak pendidikan bagi anak-anak di pelosok daerah.(**)

Berita Terkait

BPSDM Aceh Diskriminatif, Mahasiswa Langsa Terdampak Bencana Tak Dapat Bantuan Bea Siswa 
Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat
Resmikan 16 TK-PAUD Swasta Menjadi Negeri, Kades Jaya Baru Apresiasi Bupati Simeulue
Antusias Warga Ulee Glee Daftar  AOC Sangat Tinggi, Geuchik : Dampingi Hingga Mereka Sukses
Hardiknas 2026, AMPAS : Pendidikan Jangan Hanya Seremonial Saja
H. Hasan Basri SH MH Terpilih Sebagai Ketua IKA FH Unsam Periode 2026-2031
PEKA Malaysia dan IAIN Langsa Lakukan Trauma Recovery Kepada Warga Terdampak Banjir
Rektor IAIN Langsa Hadiri Lokakarya UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:06 WIB

BPSDM Aceh Diskriminatif, Mahasiswa Langsa Terdampak Bencana Tak Dapat Bantuan Bea Siswa 

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:03 WIB

Pemerintah Abai, Potret Buram Siswa SD Penyintas Banjir Belajar di Gedung Posyandu

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:24 WIB

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

Senin, 4 Mei 2026 - 19:45 WIB

Resmikan 16 TK-PAUD Swasta Menjadi Negeri, Kades Jaya Baru Apresiasi Bupati Simeulue

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:31 WIB

Antusias Warga Ulee Glee Daftar  AOC Sangat Tinggi, Geuchik : Dampingi Hingga Mereka Sukses

Berita Terbaru

Walikota Langsa, Jeffry Sentana didampingi Kakankemenhaj Kota Langsa, H M Syahrul serta unsur Forkopimda saat melepas 198 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Langsa, di Lapangan Merdeka Langsa, Kamis, 7 Mei 2026 petang.

Langsa

198 Jemaah Calon Haji Kota Langsa Dilepas Walikota 

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB