Bireuen | Atjeh Terkini.id -Dampak dari kekesalan belum memiliki Rumah Hunian tetap (Huntap) puluhan warga gampong kapa, Kecamatan Peusangan, dirikan tenda pengungsian koban bencana Alam dirikan tenda di komplek Kantor Bupati Bireuen. Jumat (13/03/)
menurut informasi sebelumnya pemkab Bireuen telah menyiapkan rumah hunian sementara bagi warga korban banjir yang saat ini masih mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen. akan tetapi tawaran tersebut belum diterima oleh para masyarakat korban bencana Alam mereka tetap bertahan sambil menunggu kepastian pembangunan hunian tetap.

Setdakab Bireuen Hanafiah, S.P., CGCAE, mengatakan pemkab sebelumnya berupaya menindaklanjuti permintaan warga yang menginginkan tempat tinggal sementara yang lebih layak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal itu disampaikan Kamis malam sebelumnya dalam dialog langsung dengan warga yang mendirikan tenda di halaman kantor Bupati melain untuk menetap di Hunian sementara dengan fasilitas memadai namun warga tetap memilih dirikan tenda di komplek halaman kantor Bupati. katanya.
“Rumah sudah kami siapkan, namun hingga saat ini warga belum bersedia menempatinya dan memilih tetap bertahan sambil menunggu kepastian pembangunan hunian tetap,” ujar Hanafiah.
meskipun secara aturan kawasan perkantoran tidak diperuntukkan sebagai lokasi pengungsian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan. “Karena pertimbangan kemanusiaan, kami tetap menghormati pilihan warga yang saat ini masih berada di lokasi tersebut,” tambah Hanafiah.
Kepala BPBD Bireuen, Doli Mardian menambahkan pihaknya terus memberikan penanganan terbaik bagi warga terdampak banjir. “Sejak awal kejadian hingga sekarang, kami terus berupaya memenuhi kebutuhan korban, termasuk penyediaan bahan makanan pokok dan dukungan lainnya,” ujar Doli.
lebih lanjut. seluruh proses penanganan pasca bencana, termasuk rencana pembangunan hunian tetap, masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan dalam pengawasan pemerintah pusat serta daerah.
Pemerintah daerah berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik sehingga para korban banjir nantinya dapat menempati hunian tetap yang layak dan aman, pungkas Doli. (Mega).
















