Ojol Jadi Korban, Dr. Iswadi Desak Presiden Prabowo Turun Tangan dan Berdialog dengan Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta I Atjeh Terkini. Tragedi yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi unjuk rasa baru-baru ini menambah luka dan kekecewaan di tengah masyarakat. Korban yang diketahui tewas usai ditabrak oleh oknum aparat kepolisian saat tengah melintasi lokasi aksi, menjadi bukti nyata bahwa penanganan demonstrasi masih jauh dari prinsip kemanusiaan dan keadilan.

Peristiwa memilukan ini bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga menggugah suara moral dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari akademisi dan pengamat sosial politik, Dr. Iswadi , yang menyampaikan seruan tegas namun penuh hikmah kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah nyata dan hadir langsung mendengarkan suara rakyat.

Ketika rakyat yang bekerja keras setiap hari seperti pengemudi ojol menjadi korban dalam situasi yang seharusnya bisa dikelola dengan tenang, maka sudah saatnya Presiden menunjukkan kepemimpinan moral. Rakyat tidak butuh janji, mereka butuh kehadiran,” tegas Dr. Iswadi dalam pernyataan resminya kepada media.

Menurutnya, tragedi ini tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa. Ini adalah alarm keras bahwa hubungan antara pemerintah, aparat, dan rakyat sedang tidak sehat. Ia menilai pendekatan represif dalam menghadapi massa hanya akan memperluas jurang ketidakpercayaan, terutama bila korban berasal dari kalangan bawah yang selama ini nyaris tak bersuara dalam pengambilan kebijakan.

“Apalagi jika korban adalah rakyat kecil yang hanya ingin bekerja demi keluarganya, lalu nyawanya terenggut akibat tindakan yang semestinya bisa dicegah. Ini bukan hanya soal prosedur, ini soal kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah Resmi Dilantik sebagai Kapolda Aceh

Dr. Iswadi menyarankan agar Presiden Prabowo tidak hanya mengutuk peristiwa tersebut dari jauh, tetapi turun langsung ke tengah masyarakat, berdialog terbuka, dan menunjukkan empati tanpa basa-basi. Ia menegaskan bahwa keberanian seorang pemimpin tidak hanya ditunjukkan di medan perang atau panggung politik, tetapi juga dalam kesediaan untuk mendengar keluhan rakyat yang sedang terluka.

“Presiden harus menjadi pelindung bagi seluruh rakyat, bukan hanya simbol kekuasaan. Saat rakyat berduka, pemimpin harus hadir. Bukan hanya mengirim perwakilan atau sekadar memberikan pernyataan formal,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar aparat penegak hukum bersikap transparan dan bertanggung jawab penuh atas tindakan anggotanya yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Penegakan hukum, katanya, harus adil dan tidak pandang bulu. Jika tidak, maka akan sulit meyakinkan rakyat bahwa negara benar-benar berpihak pada keadilan.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi menyoroti bahwa demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara, tetapi merupakan ekspresi kegelisahan yang lahir dari ketimpangan dan kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Ia menyebut bahwa suara dari jalanan adalah refleksi dari suara-suara yang tidak didengar di ruang kekuasaan.

Inilah saatnya Presiden membuktikan bahwa ia bukan hanya pemimpin dari balik tembok istana, tapi pemimpin yang berani menyatu dengan rakyat, sekalipun dalam suasana panas. Karena dari rakyatlah kekuasaan itu berasal, dan kepada merekalah pemimpin harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Tegaskan, Otsus Aceh Perlu Berlanjutan

Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya ruang dialog yang terbuka, jujur, dan inklusif yang tidak hanya melibatkan tokoh elit atau pendukung pemerintah, tetapi juga mereka yang kritis dan berbeda pandangan. Menurutnya, justru dari sudut pandang yang berseberangan, pemerintah bisa menemukan refleksi paling jujur tentang realitas di bawah.

“Dialog bukan kelemahan, justru itulah kekuatan tertinggi dalam kepemimpinan. Dengarkan rakyat yang marah bukan dengan gas air mata, tapi dengan hati yang terbuka. Dengarkan suara yang bising bukan untuk dibungkam, tapi untuk dipahami,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi berharap insiden yang merenggut nyawa pengemudi ojol ini menjadi titik balik bagi pemerintah dalam menata ulang cara merespons aspirasi publik. Ia mengingatkan bahwa stabilitas negara tidak bisa dijaga hanya dengan kekuatan aparat, tetapi dengan kepercayaan rakyat.

“Kita tidak boleh membiarkan satu nyawa pun melayang sia-sia karena kelalaian atau arogansi kekuasaan. Pemimpin besar akan memilih untuk hadir dan mendengar, bukan bersembunyi di balik kekuasaan. Kini saatnya Presiden Prabowo menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin sejati bagi seluruh rakyat Indonesia,ujar akademisi berdarah Aceh tersebut. (**)

Berita Terkait

Benarkah Bantuan Diaspora Indonesia Untuk Korban Banjir Sumatra Kena Pajak? Ini Faktanya
Rakernas Kemenag RI : Rektor IAIN Langsa Suarakan bantuan Bencana Aceh
H. Mirwan Resmi Dinonaktifkan selama 3 Bulan, Baital Mukadis Plt Bupati Aceh Selatan
Empat Mitra Aceh Raih Penghargaan di GENTING Summit 2025
Aceh Raih 6 Penghargaan Pendataan Keluarga
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026
Presiden Prabowo Subianto Secara Resmi Lantik Gubernur Papua dan Kabinet Baru Merah Putih
Simpati Kepada Kepolisian, Aliansi Ojol Jenguk Polisi Korban Kericuhan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:14 WIB

Benarkah Bantuan Diaspora Indonesia Untuk Korban Banjir Sumatra Kena Pajak? Ini Faktanya

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:14 WIB

Rakernas Kemenag RI : Rektor IAIN Langsa Suarakan bantuan Bencana Aceh

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:48 WIB

H. Mirwan Resmi Dinonaktifkan selama 3 Bulan, Baital Mukadis Plt Bupati Aceh Selatan

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:45 WIB

Empat Mitra Aceh Raih Penghargaan di GENTING Summit 2025

Jumat, 28 November 2025 - 17:00 WIB

Aceh Raih 6 Penghargaan Pendataan Keluarga

Berita Terbaru

Pemerintahan

Plt KPendidikan Dayah Aceh Andriansyah Kembali Jabat Kabid SDM

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:04 WIB