Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan| Atjeh Terkini.id – Di balik kesuksesan sebuah usaha kecil yang tumbuh dari potensi lokal, selalu ada sosok perempuan tangguh yang bekerja dengan hati.

Dialah Sinar Hayani, perempuan yang tak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis sereh wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan, Rabu (29/4/2026).

Lahir dengan nama kecil Sinar Hayani, ia menikah dengan Sertu Sutrisno Wijoyo (NRP 31040237530384) pada 30 Maret 2007. Saat awal pernikahan, sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas sebagai Bak Duk Pok Koki Kipan C Yonif 115/ML Rem 012/TU.

Kini, dengan amanah sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Asel, perjalanan pengabdian suami turut menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang ia jalani sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/Asel Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

Belajar Kuat dari Kehidupan Persit

Menjadi seorang anggota Persit bukanlah peran yang mudah. Ada kebanggaan, tetapi juga pengorbanan.

Sinar Hayani merasakan betul hangatnya kekeluargaan dalam lingkungan Persit. Baginya, kebersamaan di asrama, saling mendukung dalam kegiatan organisasi, serta kesempatan untuk ikut berkontribusi adalah kebahagiaan tersendiri. Ia bangga bisa mendampingi suami dalam setiap penugasan sekaligus tetap berkarya.

Namun di balik itu, ada duka yang harus dijalani dengan lapang dada. Seorang anggota Persit harus selalu siap ditinggal tugas, membatasi ruang gerak, serta menahan rindu demi tugas negara. Perubahan peran setelah menikah menuntutnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan kreatif.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi TNI-Polri, Polres Aceh Utara Gelar Bukber

Padusi Tapa: Warisan Keluarga yang Dikembangkan dengan Inovasi

Semangat itulah yang kemudian ia tuangkan dalam usaha Padusi Tapa, sebuah UMKM berbasis keterampilan olahan sereh wangi. Usaha ini sebenarnya merupakan warisan keterampilan dari keluarga, namun melalui sentuhan kreativitas dan dukungan organisasi Persit, ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi.

Sejak tahun 2020, ia mulai memasarkan minyak sereh wangi agar komoditas lokal Aceh Selatan memiliki nilai tambah. Proses produksinya tetap mempertahankan cara tradisional — merebus 7–8 kilogram sereh selama sekitar 12 jam hingga menghasilkan minyak berkualitas.

Tak berhenti pada satu produk, inovasi terus dilakukan. Kini Padusi Tapa menghadirkan berbagai varian, di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai berbahan sereh, sabun cuci piring sereh, roll-on sereh.

Produk-produk tersebut dikenal bukan hanya karena aromanya yang segar dan menenangkan, tetapi juga manfaat alaminya, seperti membantu mengusir nyamuk dan aman di tangan.

Menggerakkan Ekonomi Lingkungan

Usaha yang beralamat di Tapaktuan, Aceh Selatan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha.

Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet Rp4–5 juta. Produk Padusi Tapa juga telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan terus berproses menuju perizinan BPOM.

Baca Juga :  ‎Kodim 0107/Aceh Selatan Gelar Syukuran HUT Kodam IM ke - 69

Pemasarannya masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit, mitra Kodim, instansi pemerintah, perbankan, serta media sosial.

Makna Nama “Padusi Tapa”

Nama Padusi Tapa memiliki filosofi yang kuat. Dalam bahasa Aceh, “Padusi” berarti perempuan. Nama ini terinspirasi dari legenda tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan simbol kekuatan, keberanian, dan peran perempuan dalam kehidupan.

Bagi Sinar Hayani, nama ini adalah representasi para istri prajurit yang tetap berkarya, mandiri, dan produktif tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga.

Perempuan, Persit, dan Kemandirian

Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan, termasuk event Persit Bisa, menjadi bukti bahwa anggota Persit mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Perjalanan Ny.Sinar Hayani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, tradisi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika diolah dengan inovasi, perempuan memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan keluarga.

Dengan semangat yang terus menyala, ia berharap Padusi Tapa dapat menembus pasar yang lebih luas dan membawa nama Aceh Selatan dikenal melalui produk sereh wanginya.

Menjadi Inspirasi

Kisah Sinar Hayani adalah tentang kesetiaan, ketangguhan, dan kreativitas. Tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan peran sebagai istri prajurit, anggota organisasi, ibu, sekaligus pelaku UMKM yang memberdayakan lingkungan.

Dari Tapaktuan, ia membuktikan bahwa anggota Persit tidak hanya mendampingi tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan.(Khairul Miza)

Berita Terkait

Ditreskrimum Polda Aceh Asistensi Penerapan KUHP dan KUHAP Terbaru di Polres Nagan Raya
Propam Polda Aceh Lakukan Mitigasi Penyalahgunaan dan Penertiban Senpi Organik di Polres Aceh Utara
Korban Hanyut di Sungai Kala Linge Jenazah Temukan Sungai Aceh Timur
Polres Aceh Barat Imbau Masyarakat Bahaya Karhutla
Polres Aceh Tengah Kembali Gelar “Jum’at Berbagi”, Bagikan Makanan dan Bubur Kacang Hijau untuk Warga
POMDAM Iskandar Muda Gelar Jumat Berkah
Terus Asah Kemampuan, Polres Aceh Tengah Intensifkan Latihan Pengendalian Massa
Waspada Cuaca Ekstrem El Nino, Ini Imbauan Kapolres Lhokseumawe
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:31 WIB

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:39 WIB

Ditreskrimum Polda Aceh Asistensi Penerapan KUHP dan KUHAP Terbaru di Polres Nagan Raya

Rabu, 22 April 2026 - 22:08 WIB

Propam Polda Aceh Lakukan Mitigasi Penyalahgunaan dan Penertiban Senpi Organik di Polres Aceh Utara

Rabu, 22 April 2026 - 21:47 WIB

Korban Hanyut di Sungai Kala Linge Jenazah Temukan Sungai Aceh Timur

Rabu, 22 April 2026 - 19:02 WIB

Polres Aceh Barat Imbau Masyarakat Bahaya Karhutla

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sukseskan Pilchiksung, P2G Kecamatan Langsa Lama Dilatih

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:41 WIB