Usai Salurkan Bantuan, PEMA UTU : Kerusakan Ekologis Aceh Barat Tak Bisa Diabaikan

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh | Atjeh Terkini.id – Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (PEMA UTU) tak hanya hadir membawa bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. Usai menyalurkan bantuan pada Minggu, 14 November 2025, PEMA UTU secara terbuka menyoroti kerusakan ekologis yang dinilai menjadi penyebab utama memburuknya dampak bencana di wilayah tersebut.

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil penggalangan dana publik yang dilakukan mahasiswa UTU di pusat Kota Meulaboh, serta donasi transfer dari berbagai elemen masyarakat. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa UTU, Putra Rahmat, dan disambut oleh aparatur gampong setempat.

Distribusi bantuan berjalan tertib dan merata berkat koordinasi dengan perangkat desa, meski tim relawan mahasiswa harus menghadapi medan sulit dan akses jalan yang terbatas menuju lokasi terdampak.

Baca Juga :  Polres Aceh Barat Tertibkan Antrian Solar Subsidi di Sejumlah SPBU

“Medan berat dan akses yang terputus tidak menyurutkan langkah kami. Solidaritas kemanusiaan harus tetap sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar Putra Rahmat di sela-sela kegiatan.

Namun, PEMA UTU menegaskan bahwa bencana yang berulang di Aceh Barat tidak bisa lagi dilihat semata sebagai fenomena alam. Menurut mereka, eskalasi dampak banjir dan kerusakan pemukiman merupakan akumulasi dari krisis lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun.

“Cuaca ekstrem memang faktor pemicu, tetapi kerusakan yang terjadi hari ini adalah akibat langsung dari alih fungsi lahan, tambang ilegal, pembalakan liar, serta perusakan daerah aliran sungai oleh perusahaan. Ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan kegagalan negara dalam melindungi ruang hidup rakyat,” tegas Putra Rahmat.

Baca Juga :  PWI Aceh Barat Santuni Anak Yatim, Perkuat Sinergi dengan Mitra Kerja

PEMA UTU juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah konkret, sesuai arahan Kementerian ATR/BPN. Desakan tersebut meliputi percepatan penyediaan hunian sementara yang layak, relokasi warga ke kawasan aman, penataan ruang berbasis mitigasi bencana, serta percepatan legalisasi lahan bagi masyarakat terdampak.

Lebih jauh, PEMA UTU meminta negara bersikap tegas terhadap korporasi yang terbukti merusak lingkungan, termasuk pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) apabila aktivitasnya merugikan kepentingan publik dan memperparah risiko bencana.

Melalui aksi kemanusiaan ini, PEMA UTU menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak berhenti pada solidaritas sesaat, melainkan hadir sebagai kekuatan kritis yang konsisten memperjuangkan keadilan ekologis, keselamatan lingkungan, dan perlindungan hak-hak masyarakat Aceh Barat.(**)

Berita Terkait

Ketimpangan TKD di Aceh Barat, WANGSA: Evaluasi Total TAPA atau Pemekaran Wilayah
Disebut Tak Terdampak Bencana, Warga Aceh Barat Berang : Rumah Hilang, Jembatan Ambruk dan Sekolah Hanyut
Pasang Plang Klaim Sepihak, Lahan Hutan Krueng Meulaboh Dibabat untuk Tanam Sawit
Oknum Mantan Bendahara Gampong Diduga Palsukan Setoran Uang Ratusan Juta
Gelap di Balik Dana Desa”, Papan Informasi Kosong, Warga Pulo Teungoh Murka dan Desak Audit
Komda LP-KPK Desak Bupati Tegaskan Hasil Audit Inspektorat Terkait Pengelolaan Dana Desa
Sekian Lama Huntara Tak Kunjung Bisa Ditempati, Korban Banjir Masih Terlunta
Respon Cepat Satlantas Aceh Barat Atasi Tumpahan Minyak di Simpang Pelor
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:16 WIB

Disebut Tak Terdampak Bencana, Warga Aceh Barat Berang : Rumah Hilang, Jembatan Ambruk dan Sekolah Hanyut

Sabtu, 18 April 2026 - 12:12 WIB

Pasang Plang Klaim Sepihak, Lahan Hutan Krueng Meulaboh Dibabat untuk Tanam Sawit

Rabu, 15 April 2026 - 21:13 WIB

Oknum Mantan Bendahara Gampong Diduga Palsukan Setoran Uang Ratusan Juta

Kamis, 9 April 2026 - 12:13 WIB

Gelap di Balik Dana Desa”, Papan Informasi Kosong, Warga Pulo Teungoh Murka dan Desak Audit

Rabu, 8 April 2026 - 23:12 WIB

Komda LP-KPK Desak Bupati Tegaskan Hasil Audit Inspektorat Terkait Pengelolaan Dana Desa

Berita Terbaru

Pemerintahan

Program Desa Cantik BPS, Dorong Pembangunan Desa Berbasis Data

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:55 WIB

Aceh Selatan

Kolaborasi Disdukcapil dengan Baitul Mal Hadirkan SIM-MAS TERPADU

Senin, 20 Apr 2026 - 20:20 WIB

Langsa

Bapanas Bagi Sembako Gratis, Begini Kata Kabulog Langsa

Senin, 20 Apr 2026 - 11:37 WIB