Aceh Barat | Atjeh Terkini.id – Penderitaan korban banjir di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, belum juga menemukan titik terang. Meski sudah sekian lama berlalu sejak bencana terjadi, hunian sementara (huntara) yang dijanjikan hingga kini belum bisa ditempati.
Ansari, warga Gampong Lawet, menjadi salah satu korban yang masih merasakan dampak berat pascabencana. Rumahnya hilang diterjang banjir, namun hingga Rabu (8/4/2026), ia bersama keluarga belum juga mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Untuk bertahan hidup, Ansari terpaksa menumpang di rumah keluarga. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan karena ketidakpastian yang berkepanjangan.

“Sudah sekian lama, tapi kami belum juga bisa menempati huntara. Kami masih tinggal di rumah keluarga,” ungkapnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari warga terkait lambatnya penanganan pascabencana. Huntara yang seharusnya menjadi solusi cepat justru belum dapat difungsikan.
Para korban kini hanya bisa berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait agar mereka segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.
“Kami hanya ingin kepastian. Jangan sampai kami terus menunggu tanpa kejelasan,” harap Ansari.
Banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah rumah warga hanyut dan rusak berat. Namun hingga kini, sebagian korban masih harus berjuang sendiri menghadapi dampak yang belum terselesaikan.(**)
















