Sebut Wartawan Minta Uang, Peserta Demo : Bupati BM Alihkan Isu Dugaan Mark Up Bantuan Daging Megang ‎

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah | Atjeh Terkini.id – Sadra Munawar salah seorang peserta aksi demo pada Kamis, (5/03/2026) kemarin menilai pernyataan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar yang menyebutkan ada oknum wartawan meminta uang Rp.15 juta rupiah adalah pengalihan isu dugaan mark-up bantuan daging meugang senilai Rp. 4,5 miliar dari Presiden Prabowo Subianto.

‎”Menurut saya pernyataan Tagore adalah bentuk pengalihan isu yang sedang kami perjuangkan, ia menyebut ada oknum wartawan minta uang terkait dugaan mark-up bantuan presiden itu,” kata Sadra lewat keterangan tertulis yang diterima Atjeh Terkini.id, Jum’at, (6/03/2026).

‎Namun demikian, jika ada oknum wartawan meminta uang terkait bantuan itu, kata Sadra, Bupati Tagore agar segera membuat laporan ke penegak hukum supaya tidak terjadi kegaduhan ditengah masyarakat atau dikalangan wartawan itu sendiri.

Baca Juga :  Bolos Kerja Hari Pertama, 68 TPP ASN Pemkab Aceh Barat Dipotong

‎Selain itu, Sadra mengaku dirinya ikut aksi tersebut dengan tujuan menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan, terlepas dari ada oknum memanfaatkan situasi. Menurutnya, penyampaian aspirasi itu adalah hak sebagai warga negara.

‎“Saya menilai bupati Tagore ini seolah – olah orang yang menerima kritikan dengan bijak, padahal saya menduga dia paling anti kritik dan kerap reaktif,” tegasnya.

‎”Terkait isu berkembang yang keluar dari mulut bupati, segera laporkan ke polisi. Bupati jangan memperkeruh suasana. Karena kami juga tidak mau kepercayaan publik hilang soal tuntutan yang kami sampaikan dalam aksi kemarin,” sambung Sadra.

Baca Juga :  Bupati Aceh Selatan Buka Musrenbang RPJMD Tahun Anggaran 2025-2029

‎Sementara itu, terkait Tagore ingin membuat laporan karena dirinya merasa difitnah soal tudingan mark-up bantuan daging meugang, Sadra mempersilahkan, karena menurutnya itu adalah haknya sebagai warga negara.

‎”Silahkan laporkan. Kita juga menduga adanya dugaan mark-up dalam bantuan ini, dan saya meminta Polda Aceh untuk segera melakukan penyelidikan terkait bantuan tersebut,” ujarnya.

‎Disamping itu, pihaknya akan tetap mengawal anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah untuk membentuk tim panitia khusus (Pansus) sesuai tuntutan aksi demo yang dilakukan kemarin.(SB)

Berita Terkait

Remaja 18 Tahun Hilang, Polres Bener Meriah Berharap Masyarakat Beri Informasi
Sadra Munawar: DPRK Bener Meriah Wajib Buka Hasil Pansus Bencana ke Publik
Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di Desa Belang Tampu, Kecamatan Bukit Bener Meriah
Perkuat Struktur Jembatan Wih Kanis, TNI Gotong Royong Bersama Warga
Usai Dilaksanakan Peusijuek Di Lokasi, TNI Bergerak Cepat Rakit Jembatan Aramco
Akibat Curah Hujan Cukup Tinggi Akses Jalan Bireuen – Takengon Kembali Lumpuh Total
Anggota Koramil 06/Bukit Cek Kondisi Jembatan Bailey Karang Rejo
Oknum Wartawan Resmi Dilaporkan Atas Dugaan Peras Dinas Pertanian Bener Meriah
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:18 WIB

Remaja 18 Tahun Hilang, Polres Bener Meriah Berharap Masyarakat Beri Informasi

Sabtu, 11 April 2026 - 12:32 WIB

Sadra Munawar: DPRK Bener Meriah Wajib Buka Hasil Pansus Bencana ke Publik

Jumat, 10 April 2026 - 14:25 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di Desa Belang Tampu, Kecamatan Bukit Bener Meriah

Kamis, 9 April 2026 - 13:52 WIB

Perkuat Struktur Jembatan Wih Kanis, TNI Gotong Royong Bersama Warga

Selasa, 7 April 2026 - 11:32 WIB

Usai Dilaksanakan Peusijuek Di Lokasi, TNI Bergerak Cepat Rakit Jembatan Aramco

Berita Terbaru

Langsa

Rumah Kontruksi Kayu Ludes Terbakar di Langsa

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:30 WIB