BENER MERIAH I Atjeh Terkini.id- Pemerintah Kabupaten Bener Meriah resmi membuat laporan polisi terhadap oknum wartawan yang diduga Peras dan Ancam Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah. Senin, 9/03/2026.
Oknum wartawan tersebut berinisial YE yang terlibat dalam dugaan percobaan pemerasan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian setempat.
Laporan tersebut resmi dibuat melalui Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab, Nazhan di dampingi Plt Kepala Dinas Pertanian, Uswatun Hasanah ke Polres Bener Meriah.
”Hari ini kita sudah membuat laporan resmi terkait adanya dugaan pengancaman dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan berinisial YE,” kata Nazhan kepada wartawan di Polres Bener Meriah.
Nazhan mengatakan, dugaan pemerasan itu bermula ketika YE bersama satu rekannya datang ke Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah pada Februari 2026 lalu.
”Mereka meminta sejumlah data penerima bantuan daging meugang bagi korban bencana banjir yang bersumber dari Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Kemudian, dalam prosesnya YE meminta sejumlah uang senilai Rp. 15 juta rupiah melalui seorang perantara di jajaran Pemkab Bener Meriah. Namun, jika uang itu tidak diberikan, oknum tersebut mengancam aksi demo.
”Permintaan uang tidak diberikan, karena dilarang oleh Pimpinan Daerah (Tagore Abubakar- Red) ketika itu. Sehingga hari ini, kita resmi membuat laporan polisi,” terang Nazhan.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengungkap adanya oknum wartawan yang diduga meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Uswatun.
Menurut Tagore, permintaan tersebut berkaitan dengan pengadaan daging meugang berupa sapi bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, bagi korban banjir bandang di daerah itu.
“Perlu diketahui, ada oknum wartawan meminta uang kepada Plt Kepala Dinas Pertanian. Ia lapor ke saya. Setelah itu saya larang uang tersebut diberikan,” kata Tagore kepada wartawan, Kamis, 5 Maret 2026 lalu.
Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, kata Tagore, oknum itu diduga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi dengan menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melakukan mark-up terhadap bantuan daging meugang senilai Rp 4,5 miliar.(SB)

















