Rakor Bersama Kemendagri, Pemkab Aceh Besar Fokus Stabilkan Harga Pangan

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, S.Pi., MM bersama unsur Forkopimda dan anggota TPID Kabupaten Aceh Besar mengikuti Rakor Inflasi secara virtual dari Aula Sanusi Wahab Kantor Bupati di Kota Jantho, Senin (23/2/2026).

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, S.Pi., MM bersama unsur Forkopimda dan anggota TPID Kabupaten Aceh Besar mengikuti Rakor Inflasi secara virtual dari Aula Sanusi Wahab Kantor Bupati di Kota Jantho, Senin (23/2/2026).

KOTA JANTHO I Atjeh Terkini.id- Tren kenaikan harga cabai rawit yang telah meluas ke 214 Kabupaten/kota menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring.

Kenaikan tersebut dinilai perlu segera direspons dengan langkah konkret di lapangan oleh seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, diikuti oleh Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, S.Pi., MM bersama unsur Forkopimda dan anggota TPID Kabupaten Aceh Besar dari Aula Sanusi Wahab Kantor Bupati di Kota Jantho, Senin (23/2/2026).

Dalam arahannya, Tomsi menegaskan bahwa sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga pada pekan ini, di antaranya cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras. Ia meminta TPID dan dinas terkait di setiap daerah untuk turun langsung melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan para pelaku usaha.

“Tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun. Turun, cek, kemudian komunikasikan betul dengan para champion-champion itu sehingga harga bisa turun. Inilah waktunya kita berjuang betul-betul siang malam untuk bisa membantu harga-harga ini bisa turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukungan Penuh Untuk Jambore Kemanusiaan Peduli Kesehatan di Lhoong, Aceh Besar

Tomsi juga menekankan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, tidak ada alasan rasional bagi pelaku distribusi untuk menaikkan harga secara berlebihan. “Stok lebih dari cukup, tidak ada alasan untuk menaikkan harga yang keterlaluan. Kita punya Harga Eceran Tertinggi (HET). Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,” tegasnya.

Secara khusus, ia menyoroti daerah yang mencatatkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi sementara wilayah sekitarnya relatif stabil. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi kurang optimalnya pengawasan di tingkat daerah. “Kalau naik sendirian, sementara tetangga kiri-kanan tidak naik, ini patut dicurigai. Ada dua hal, pertama, dinas dan TPID di kota atau kabupaten tersebut tidak turun, tidak aktif mencari penyebabnya. Atau kedua, memang dipermainkan oleh pedagang lokal,” ungkap Tomsi.

Ia pun menginstruksikan daerah yang tidak terdampak bencana namun mencatat inflasi tinggi agar segera melakukan evaluasi dan konsolidasi internal.

Baca Juga :  SDN 1 Lambheu Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H

Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan bahwa hingga minggu ketiga Februari 2026, sebanyak 230 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 199 kabupaten/kota.

Berdasarkan data BPS, cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam, dengan 59,44 persen wilayah Indonesia terdampak. Selain itu, daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras juga berkontribusi terhadap tekanan IPH, khususnya di wilayah Nusa Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menerima arahan tersebut, Kadis Pangan Alyadi, mengatakan akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat. “Insya Allah, kita bersama tim TPID Aceh Besar akan terus memperkuat koordinasi guna melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat,” tuturnya.(**)

Berita Terkait

Umat Islam Harus Senantiasa Berbakti kepada Orang Tua dan Taat kepada Allah
BKKBN Aceh dan IBI Aceh Besar Gelar Pelayanan KB On The Road di Posko Mudik Lhoknga
Kemendukbangga/BKKBN Aceh Siapkan Posko Mudik di Kawasan Aneuk Galang Aceh Besar
Kisruh Masjid Abu Indrapuri : Ketika Syariat Terbentur Syahwat Birokrasi
Asisten I Sekda Aceh Besar Bersama Bank Aceh Syariah Jantho Serahkan Santunan Anak Yatim
Satpol PP dan WH Aceh Besar Ciduk Warga Mokel di Warung Siang Hari
Berkah di Bulan Suci, Kapolda Aceh Bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe
Keuchik Leu Ue : LIFEST Ajang Pembinaan Generasi Islami Ditetapkan Dalam Kalender Event Ramadhan Gampong Leu Ue.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:54 WIB

Umat Islam Harus Senantiasa Berbakti kepada Orang Tua dan Taat kepada Allah

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:04 WIB

BKKBN Aceh dan IBI Aceh Besar Gelar Pelayanan KB On The Road di Posko Mudik Lhoknga

Senin, 16 Maret 2026 - 13:42 WIB

Kemendukbangga/BKKBN Aceh Siapkan Posko Mudik di Kawasan Aneuk Galang Aceh Besar

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:21 WIB

Kisruh Masjid Abu Indrapuri : Ketika Syariat Terbentur Syahwat Birokrasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:47 WIB

Asisten I Sekda Aceh Besar Bersama Bank Aceh Syariah Jantho Serahkan Santunan Anak Yatim

Berita Terbaru

Langsa

Bapanas Bagi Sembako Gratis, Begini Kata Kabulog Langsa

Senin, 20 Apr 2026 - 11:37 WIB

Langsa

Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Lansia Meninggal Dirumahya

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:06 WIB