Banda Aceh | Atjeh Terkini.id – Pimpinan Redaksi Atjeh Terkini.id Syafrul Abdullah, SE menghimbau kepada semua pihak tidak meladeni oknum bernama Irwansyah Saputra. S.H. mengaku wartawan Atjeh Terkini.id lakukan pemerasan penjabat dalam wilayah kota Banda Aceh.
Hal tersebut diketahui setelah adanya laporan Safrizal mantan teknisi Atjeh Terkini.id keberatan atas perbuatan oknum wartawan odong-odong tampilkan id card terekat fotonya, nasib baik bukan namanya tercatat melainkan orang lain.
Melalui handphone seluler menyebutkan. “Bang ada id card Atjeh Terkini.id, foto saya tapi nama Irwansyah Saputra. S.H, coba Abang tertibkan. Akhir dari komunikasi singkat. Kata Safrizal Senin (23/2/2026), sekira pukul 19. 20.WIB.
“Adapun modus pemerasan dilakukan mengaku wartawan Atjeh Terkini.id ancam tayang berita miring sertai kirim foto id card ke penjabat Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, kemungkinan demikian,” kata Syafrul.
Lebih lanjut Syafrul ingatkan bila ada oknum wartawan mengaku dari Atjeh Terkini.id lakukan pemerasan segera laporkan ke Aparat Penegak Hukum terdekat karena kami juga merasa dirugikan nama media kami tercoreng oleh oknum wartawan bodong tidak bertanggung jawab.
Terlebih wartawan odong-odong ini berani nodai organisasi Pers mengaku anggota Persatuan Wartawan (PWI) Provinsi Aceh. Guna memuluskan kelakukan bejat pemerasan penjabat.
Perlu kami perjelaskan bahwasanya wartawan Atjeh Terkini.id yang masih aktif dibekali kartu Pers tanda pengenal memiliki nomor kode wilayah khusus di sertai dengan surat tugas tercatat dalam Box Redaksi,
Artinya tidak hanya setiap id card yang kami keluarkan memiliki tanggung jawab Redaksi sepenuhnya sejauh tidak melakukan perbuatan melanggar UU Pers dalam menjalani tugas Jurnalistik.
Terkait dengan id card yang disalah gunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab bahwasanya Foto di id card tersebut milik mantan teknisi website Atjeh Terkini.id bernama Safrizal, bukan Irwasyah Saputra. S.H.
“Kami berharap kerjasama yang baik dengan pihak yang merasa di rugikan sama -sama kita laporkan kepada pihak yang berwajid agar terungkap siapa oknum tersebut, pasalnya kami selaku pemilik usaha juga sangat dirugikan,” katanya lagi.
Mudah- mudahan pelaku cepat minta maaf sebelum kasus ini berlanjut dalam waktu dekat ini kami akan diskusi dengan pihak pendamping hukum mengingat nama baik media dan organisasi disebut-sebut untuk menakuti penjabat, tutup Safrul. (DK).
















