Atjeh Tamiang | Atjeh Terkini.id – Belasan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Langsa dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Langsa berada dalam Bus Hiace menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025)
Rombongan itu bagian dari relawan PWI Aceh yang membagikan nasi kuah belanggong kepada para pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor di kabupaten berjulukan bumi Muda Sedia.

Rombongan dikomandoi ketua PWI Langsa Putra Zulfirman itu, sekira pukul 18.30 WIB tiba di camp pengungsian halaman kantor DPRK setempat.
Memasuki pelataran parkir, terlihat puluhan TNI dengan seragam sedang mengantri membeli mie instan di kios kecil depan pintu masuk. Dari wajahnya tergambar rasa lelah, namun tetap semangat.

Demikian halnya dengan para anggota Polri, mereka juga tampak sibuk mengurusi sesuatu. Dihalaman parkir jajaran tenda terbentang dengan berbagai nama instansi.
Dibalik kegelapan malam yang disinari lampu, puluhan orang hilir mudik di area itu. Rombongan kami, dengan arahan Putra Zulfirman langsung menuju tenda yang bertuliskan media center wartawan dengan warna orange.
Truk Isuzu traga yang mengangkut ratusan nasi kuah belanggong yang dibungkus ikut parkir disamping tenda seraya menunggu arahan untuk dibagikan.

Malam semakin larut, beberapa ibu – ibu IKWI Kota Langsa sudah tampak kelelahan. Mereka kelihatan tak sanggup menunggu hingga nasi kuah belanggong dibagikan kepada pengungsi.
Maklum, para ibu IKWI Kota mulai pagi pukul 8.30 WIB Sabtu 20 Desember 2026 sudah berjibaku dengan pekerjaan membungkus makanan yang akan dibagikan kepada para pengungsi.
Demikian juga dengan seluruh pengurus PWI Kota Langsa mulai Jumat 19 malam sampai Sabtu 20 Desember 2025 sudah menunggu kedatangan tim PWI Aceh. Mereka juga ikut membantu proses pengemasan makanan khas Aceh tersebut.

Karenanya, lelah dan kantuk mulai terasa, rombongan memutuskan untuk segera kembali ke Kota Langsa. Sementara Tim PWI Aceh yang dikomandoi Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin dan rombongan masih bertahan untuk membagikan nasi kepada pengungsi.
Dari balik kaca jendela bus yang melintas malam itu, terlihat para pekerja dengan seragam khusus masih melakukan pekerjaan membangun hunian sementara di kawasan Sementok Aceh Tamiang.

Sejumlah alat berat terparkir di kawasan itu berlogo HK, dengan deru mesin yang mencolok. Debu tebal bak kabut bertebaran sepanjang perjalanan kami. Samar – samar pandangan dari balik jendela bus, pak sopir terus menekan gas, hingga rombongan kami tiba di Langsa pukul 21.15 WIB dan misi selesai malam itu.(Catatan akhir tahun Redaksi)
















