Kolang Kaling Olahan Nek Saleh

- Jurnalis

Senin, 3 Maret 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur | Atjeh Terkini.id – Embun masih menyisakan tetesannya di rerumputan. Sang cahaya juga baru mulai mengintip dibalik awan. Riuh kicau bersahutan, mengiringi pagi di awal hari.

Nek Saleh (62) warga Gampong Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, baru saja menyelesaikan doa diakhir shalat subuhnya.

Langsung bergegas mengganti pakaian untuk beraktivitas. Seperti kebiasaan, mencari buah aren di bulan puasa menjadi pekerjaan sampingan untuk tambahan kebutuhan ekonomi.

Sepeda tua, sebilah golok dan alat kebutuhan lainnya sudah dipersiapkan. Menelusuri jalan hingga ke wilayah hutan demi mencari pohon aren.

Matanya terus mencari keberadaan pohon itu. Maklum dibulan puasa seperti sekarang ini, harga kolang Kaling lumayan mahal.

Panganan yang satu ini banyak diproduksi dan dikonsumsi, beda dengan bulan atau hari hari lain.

“Lumayanlah, buat keperluan sehari hari,” jelas Nek Saleh.

Dalam hitungan menit, Nek Saleh sudah berada dipucuk pohon. Dengan cekatan buah aren itu di potong tangkainya. Dari aksinya, terlihat Nek Saleh sudah sangat berpengalaman.

Baca Juga :  Kepsek SD Negeri Pante Kera Kembali Salurkan Bantuan ke Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur 

Kolang Kaling, memang panganan unik. Selain bulan puasa, panganan ini sangat jarang diproduksi dan dijual belikan.

Masyarakat pada umumnya mengolah menjadi manisan dan aneka makanan lainnya, untuk berbuka puasa dan menyambut idul Fitri.

Bagi Nek Saleh, meski tampak ringkih, dari mencari hingga mengolah menjadi kolang Kaling memang sudah ahlinya.

Uap panas dari rebusan buah aren tak menjadi halangan melakoni pekerjaannya. Dengan dibantu sang istri, Nek Saleh tanpa pamrih, malah bersemangat mengolah buah ijuk itu.

“Seperti inilah, pekerjaannya harus merebus selanjutnya dibelah dan dipukul agar pipih,” kata Nek Saleh menjelaskan.

Hasil olahan kolang kaling, setiap harinya mencapai 20 hingga 30 kg. Dengan harga berkisar rata rata Rp 10.000/kg, apabila ada pembeli yang langsung datang ke rumahnya.

“Produksi tergantung seberapa banyak buah aren didapat setiap harinya, terkadang sama sekali tak dapat,” kata Nek Saleh lagi.

Berdasarkan pantauan, sejumlah tangkai buah aren berhamburan di halaman belakang rumah. Dua unit drum besar berisi buah aren direbus diatas tungku.

Baca Juga :  Polisi Tracking HP, Bongkar Jaringan Pencurian di Aceh Timur

Awal mulanya, buah aren diambil dari pohonnya. Bisanya masih dalam rangkaian dalam tangkai. Hanya buah aren yang setengah matang yang diambil.

Buah aren dilepaskan dari tangkainya kemudian direbus sekitar setengah jam sampai satu jam.

Tujuannya untuk menghilangkan getah, karena getah buah aren ini bila kena kulit akan menimbulkan rasa gatal.

Bila sudah dingin, buah aren rebus diambil daging buahnya. Itulah kolang-kaling.

Kolang-kaling yang berbentuk bulat lonjong itu, kemudian dipipihkan satu per satu dengan menggunakan alu yang terbuat dari kayu kemudian direndam dengan air kapur selama 2- 3 hari, agar kolang-kaling jadi kenyal dan bersih. Ternyata mengolah kolang Kaling tidak semudah memakannya.

Di bulan Ramadhan ini, Nek Saleh mengandalkan kolang Kaling untuk menutupi sejumlah kebutuhan hidupnya. Bagaimana dengan anda.| syafrul |

Note : tulisan ini telah tayang 6 mei 2020, beritamerdeka.net

Berita Terkait

Ribuan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Gelar Aksi Unjuk Rasa
Pendemo Ungkap Kekecewaan, Korban Banjir Dekat Pusat Pemerintahan Tak Menjadi Perhatian 
Empat Anak Tenggelam di Kuala Peudawa, Saat Liburan Hari Raya
Tragedi di Bulan Ramadhan, Seorang Gadis Gantung Diri di Sungai Raya Aceh Timur 
Kick Off Pantau KB, Komitmen Percepatan Penggarapan Unmet Need di Wilayah Prioritas dan Terdampak Bencana
Kick Off Pantau KB, Dilaksanakan Untuk Percepatan Penggarapan Unmet Need di Wilayah Prioritas Aceh Timur
13 Unit Ruko di Peunaron Aceh Timur Ludes Terbakar
Banjir Susulan Kembali Rendam 9 Kecamatan di Aceh Timur 
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:23 WIB

Ribuan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 2 April 2026 - 21:28 WIB

Pendemo Ungkap Kekecewaan, Korban Banjir Dekat Pusat Pemerintahan Tak Menjadi Perhatian 

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:20 WIB

Empat Anak Tenggelam di Kuala Peudawa, Saat Liburan Hari Raya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:16 WIB

Tragedi di Bulan Ramadhan, Seorang Gadis Gantung Diri di Sungai Raya Aceh Timur 

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:18 WIB

Kick Off Pantau KB, Komitmen Percepatan Penggarapan Unmet Need di Wilayah Prioritas dan Terdampak Bencana

Berita Terbaru

Jakarta

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia 

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:02 WIB