Ketua PWI Aceh Serukan Pantau dan Ungkap Kecurangan Pilkada

- Jurnalis

Minggu, 24 November 2024 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Atjeh Terkini.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh mengeluarkan seruan kepada wartawan lintas media di jajarannya untuk memperkuat fungsi kontrol dan pengawasan terjadinya berbagai bentuk kecurangan pada Pilkada 2024.

“Ini saat-saat paling krusial bagi peserta pilkada di semua tingkatan untuk melakukan berbagai macam cara guna merangkul pemilih. Makanya wartawan harus memainkan perannya secara maksimal dan profesional untuk memantau dan memberitakan itu,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, Minggu (24/11/24).

Menurut Nasir, kecurangan pilkada tak sebatas politik uang tetapi juga intervensi yang mengarahkan masyarakat memilih calon tertentu dengan menebar ketakutan—bahkan ancaman—dengan narasi akan ada konsekwensi tertentu jika calon tertentu kalah.

Baca Juga :  Pidato Menyinggung Wartawan, Wanhar Lingga Minta Maaf

“Kami juga mendapat laporan adanya upaya melemahkan fungsi saksi dengan berbagai bentuk ancaman sehingga ada saksi yang mengundurkan diri. Ketidaknetralan penyelenggara pilkada yang cenderung menguntungkan calon tertentu juga harus menjadi fokus pemantauan wartawan,” tandas Ketua PWI Aceh.

Nasir juga mengimbau semua pihak untuk tidak menghalang-halangi tugas wartawan yang profesinya dilindungi undang-undang.

Ditegaskan Nasir, wartawan dalam menjalankan tugasnya harus senantiasa berpedoman kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Insya Allah jika semua rambu-rambu itu dipatuhi maka wartawan akan menjadi bagian dari penguatan demokrasi di negeri ini, salah satunya memastikan pilkada yang bebas kecurangan guna melahirkan pimpinan yang sesuai harapan rakyat,” kata Ketua PWI Aceh.

Baca Juga :  Dr.Rizki Maulana : Sukseskan Pilkada Jaga Kondusifitas

Seperti diketahui, saat ini tahapan pilkada sudah memasuki masa tenang sebelum pencoblosan pada 27 November 2024.

Fenomena lainnya yang diingatkan Ketua PWI Aceh adalah praktik bagi-bagi uang dari calon atau tim sukses yang dikenal dengan istilah serangan fajar.

“Fenomena serangan fajar juga harus menjadi perhatian wartawan, bahkan ada calon yang sudah memberikan DP. Ini menarik untuk didalami, termasuk di Kota Banda Aceh,” demikian Nasir Nurdin.(**)

Berita Terkait

LANA Dukung Sikap Muzakir Manaf Soal Ketua DPRA Hingga 2029
Satu Tahun Monas-Nusar, Begini Kata Ketua DPC PBB Simeulue
Menjelang Ujian Transformasi Digital Bupati Bireuen Lantik 38 Kepala Sekolah 43 Pejabat fungsional 
PKB Aceh Jaring Kader Internal dan Tokoh Eksternal untuk Pimpinan DPC
PDI-P Kerahkan Tim Relawan Kesehatan ke Bireuen
Politik Sebagai Ladang Ibadah: Temu Kader PAS di Aceh Timur
PAS Aceh Bekali Kader Pendidikan Politik Santun Untuk Masa Depan
Ketum PPA Prof Marniati Janjikan Politik Bersih dan Prioritaskan Generasi Muda
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:32 WIB

LANA Dukung Sikap Muzakir Manaf Soal Ketua DPRA Hingga 2029

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:56 WIB

Satu Tahun Monas-Nusar, Begini Kata Ketua DPC PBB Simeulue

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:53 WIB

Menjelang Ujian Transformasi Digital Bupati Bireuen Lantik 38 Kepala Sekolah 43 Pejabat fungsional 

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:34 WIB

PKB Aceh Jaring Kader Internal dan Tokoh Eksternal untuk Pimpinan DPC

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:59 WIB

PDI-P Kerahkan Tim Relawan Kesehatan ke Bireuen

Berita Terbaru

TNI-POLRI

POMDAM Iskandar Muda Gelar Jumat Berkah

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:45 WIB