SIGLI I Atjeh Terkini.id- Kelangkaan gas LPG subsidi jenis melon semakin menuai keresahan masyarakat di Kabupaten Pidie sejak terjadi musibah banjir dan lonsor Aceh kamis 27 November 2025 sampai sekarang ini masih mendera.
Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra,SH, menyebutkan penyebab masyarakat kesulitan beli gas LPG 3kg karena ada pihak yang bermain diatas penderitaan masyarakat sedang di landa musibah sebut kepada Atjeh Terkini. Kamis 18 Des 2025.

Sebelumnya ia pernah tinjau kepalangan untuk memastikan hal tersebut, dari informasi masyarakat pangkalan terima gas tengah malam sehinga luput perhatian masyarakat. Menurutnya pangkalan hindari jual gas kemasyarakat dengan harga HET Rp 18.000.
Gas sengaja dikeluargaka secara diam-diam dijual ke penampung dengan harga lebih dengan demikian terjadi kelangkaan gas karena masyakat mengeluh beli gas melon dengan harga Rp 23000 -25000.
Bicara terbatas suplai gas LPG oleh pertamina menurut ketua DPRK itu akal-akalan pangkalan yang tidak masuk akal, Pasalnya pihak pertamini sendiri komit distribusi gas LPG ke daerah pulihkan kelangkaan gas permudah masyarakat tidak kesulitan saat Aceh dilanda musibah.
“Kita berharap pangkalan tidak kambing hitam kan orang lain demi meraub keuntungan dari penderitaan masyarakat, seharusnya kita bantu bukan kita timpa dengan dengan masalah baru” terang Anwar kerab disabu bang bulek.
Anwar juga berharapp kepada Agen pertamina tidak pilih kasih dalam distrubusi gas LPG 3 Kg ke pangkalan dalam wilayah kabupaten pidie dan tidak tergiur dengan iming-iming bayar lebih, karena kebutuhan masyarakat sekarang ini terdesak.
Ia juga menekankan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian kawal dan tindak tegas pelaku dalang yang bermain disaat masyarakat sedang di landa musibah, bila kedapatan proses secara hukum agar adanya efek jera dalang pelaku kerehan masyarakat pidie sekarang ini.
“Bila kedapatan pangkalan nakal maka pihak pemerintah daerah melalui Disprindagkop segera cabutkan perizinan beroperasi juala beli gas subsidi kepada masyarakat” pinta Ketua DPRK Pidie.
Mudah-mudah hal tersebut adanya perubahan pangkalan tidak persulit masyarakat lempar batu sembunyi tangan, demikian juga pihak pertamina bila terkendala maka perlu segera sampaikan kepublik agar masyarakat tidak tunding pangkalan nakal. Tutup, Anwar Sastra Putra anggota Dewan DPRK Pidie, Fraksi Partai Aceh (DK)
















