BNPB Turunkan 200 Relawan Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Banjir di Bireuen

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen I Atjeh terkini.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan proses verifikasi 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen.

Proses verifikasi ini melibatkan 200 verifikator yang berasal dari mahasiswa dan warga Bireuen, yang telah mendapat pelatihan sejak awal pekan ini, dan ditargetkan selesai dalam 5 hari.

Bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada 26 ribu rumah di Bireuen, termasuk rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat. BNPB, BPBD Bireuen, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama untuk menangani dampak bencana ini.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, menjelaskan bahwa tim verifikasi telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin, 19 Januari 2026. “Tim verifikasi sudah dua hari bekerja di lapangan,” kata Doli Mardian pada Kamis, 22 Januari 2026.

Baca Juga :  Gotong Royong Bersihkan Sumur, Masyarakat Tionghoa Bireuen Tunjukkan Kepedulian

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir Fadli, S.T., mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian PKP. “Data hunian tetap terpusat sudah kami kirim ke Kementerian PKP,” kata Ir Fadli.

Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa 26 ribu rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen terdiri dari:

Baca Juga :  Bupati Bireuen H.Mukhlis Janji Bangun Rumah Untuk Korban Kebakaran Peusangan

– Rumah rusak ringan: 10.000 unit
– Rumah rusak sedang: 8.000 unit
– Rumah rusak berat: 6.000 unit
– Rumah hilang: 2.000 unit

Dari 200 verifikator yang terlibat, akan dibagi menjadi beberapa tim untuk memverifikasi data per kepala keluarga. “Setiap tim akan memverifikasi data 5-10 kepala keluarga,” kata Doli Mardian.

BNPB akan membangun hunian tetap (Huntap) mandiri bagi korban yang rumahnya rusak berat atau hilang, sementara Kementerian PKP akan menangani 48 unit Huntap terpusat di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli. (Mega).

Berita Terkait

Masyarakat Korban Banjir Desak KPK Turun ke Bireuen
Dana Jadup Tahap I Korban Banjir Bireuen di Salurkan  
Bireuen Terima 2,25 M dari Prabowo untuk Pembelian Sapi Meugang 
Ribuan Warga Hadiri Halal Bihalal di Rumah H Ruslan Daud
Pernyataan Safrizal ZA Dikecam Pengungsi : Turun, Lihat Kami Masih Tinggal di Tenda
Ratusan warga korban pascabanjir, unjuk rasa diKantor Bupati Bireuen
Hj Faridah Adam Beli Baju Lebaran untuk Pengungsi Korban Banjir di Bireuen
Bupati Bireuen Tegur Pj Sekda Usai Pernyataan Dinilai Tak Pantas Soal Penyintas Bencana
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 03:23 WIB

Masyarakat Korban Banjir Desak KPK Turun ke Bireuen

Minggu, 5 April 2026 - 06:37 WIB

Dana Jadup Tahap I Korban Banjir Bireuen di Salurkan  

Senin, 23 Maret 2026 - 02:51 WIB

Bireuen Terima 2,25 M dari Prabowo untuk Pembelian Sapi Meugang 

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:21 WIB

Ribuan Warga Hadiri Halal Bihalal di Rumah H Ruslan Daud

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:17 WIB

Pernyataan Safrizal ZA Dikecam Pengungsi : Turun, Lihat Kami Masih Tinggal di Tenda

Berita Terbaru

Jakarta

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia 

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:02 WIB