Kelangkaan LPG di Banda Aceh Belum Teratasi, Aktifitas Rumah Tangga dan Usaha Terganggu

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Atjeh Terkini.id – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama agen Pertamina belum mampu mengatasi kelangkaan gas LPG ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram dilaporkan belum sepenuhnya berdampak signifikan. Hingga kini, sejumlah warga masih kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.

Akibat kondisi tersebut, sebagian masyarakat, terutama ibu rumah tangga serta pelaku usaha kecil seperti warung kopi dan rumah makan, terpaksa kembali menggunakan kayu bakar dan kompor minyak tanah sebagai alternatif.

Seorang warga Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Maimun, mengatakan ketersediaan LPG di wilayahnya masih belum stabil.

“Gas LPG belum normal. Saya terpaksa menggunakan kembali kompor minyak tanah yang sudah lama tidak dipakai. Saya servis dulu, lalu beli satu liter minyak tanah supaya bisa dipakai sementara,” ujarnya kepada Atjeh Terkini.id, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga :  Kapolda dan Pangdam IM Terima Kunjungan Silaturahmi Gubernur Aceh

Maimun menambahkan, dirinya mendapat informasi dari keluarga di kawasan Ketapang bahwa LPG tersedia di sana. Ia berharap bisa memperoleh gas tersebut mengingat kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

Keluhan serupa disampaikan Fauzi, seorang pedagang Mie Aceh di kawasan Jalan Syiah Kuala. Ia mengaku terpaksa menghentikan sementara usahanya karena kesulitan mendapatkan LPG.

“Saya terpaksa tutup karena gas LPG 3 kilogram dan 12 kilogram sulit didapat,” katanya.

Menurut Fauzi, LPG 12 kilogram yang dijual di kios-kios eceran sebelumnya mencapai harga hingga Rp400.000 per tabung, sehingga tidak terjangkau bagi pelaku usaha kecil. Saat ini, kata dia, gas mulai tersedia namun dengan harga yang masih lebih tinggi dari biasanya.

Baca Juga :  Gubernur Bersama Forbes DPR/DPD RI Gelar Pertemuan Tertutup Bahas 4 Pulau

“Harga normal sekitar Rp 195000, sekarang masih di kisaran Rp 300.000 per tabung,” jelasnya.

Fauzi mengungkapkan, berdasarkan keterangan penjual eceran, LPG tersebut bukan berasal dari Banda Aceh, melainkan didatangkan dari Kabupaten Pidie Jaya, yang diduga menjadi salah satu faktor tingginya harga jual.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banda Aceh maupun pihak Pertamina terkait kondisi terkini distribusi LPG dan langkah lanjutan untuk menormalkan pasokan di wilayah tersebut. (DK).

Berita Terkait

BKKBN Aceh Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
H. Mirwan Hadiri Undangan Gubernur dalam RUPS Bank Aceh Syariah
Hindari Futur, Umat Islam Harus Rawat Semangat Ibadah 
Polda Aceh Pastikan Tangani Kasus Pemanggilan Wartawan Secara Profesional, Dek Gam Apresiasi Kerja Cepat Penyidik Polri
Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh, Ketua PWI Aceh : Tak Perlu Hadir
Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru
Silaturahmi dan Bukber : BNNP Aceh Bersama Jurnalis Sinergi Lawan Narkoba
Menjelang Buka Puasa Bersama PAS Aceh Santuni Anak Yatim
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:16 WIB

BKKBN Aceh Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Senin, 13 April 2026 - 23:20 WIB

H. Mirwan Hadiri Undangan Gubernur dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Jumat, 10 April 2026 - 14:31 WIB

Hindari Futur, Umat Islam Harus Rawat Semangat Ibadah 

Rabu, 1 April 2026 - 21:59 WIB

Polda Aceh Pastikan Tangani Kasus Pemanggilan Wartawan Secara Profesional, Dek Gam Apresiasi Kerja Cepat Penyidik Polri

Rabu, 1 April 2026 - 13:41 WIB

Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh, Ketua PWI Aceh : Tak Perlu Hadir

Berita Terbaru

Jakarta

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia 

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:02 WIB