Tokoh Masyarakat Minta Solusi Legal atas Penertiban Tambang Emas Rakyat di Aceh

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh | Atjeh Terkini.id – Gelombang penertiban tambang emas rakyat di sejumlah wilayah terus menguat. Aparat melakukan razia di beberapa titik tambang, mengangkut mesin, menghentikan aktivitas penambangan, bahkan menangkap para pembeli emas. Emas hasil tambang juga disita dan jalur transaksi diputus.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Namun di lapangan, dampaknya tidak hanya menghentikan aktivitas tambang, tetapi juga mengguncang perputaran ekonomi masyarakat desa yang selama ini bergantung pada sektor tersebut di wilayah Aceh.

Di balik satu lokasi tambang rakyat, terdapat rantai ekonomi yang panjang. Bukan hanya para penambang yang bekerja, tetapi juga operator alat berat, mekanik, sopir pengangkut bahan bakar, penjual oli, pedagang makanan hingga warung-warung kecil yang setiap hari melayani para pekerja tambang. Aktivitas tersebut selama ini membuat ekonomi desa tetap bergerak.

Banyak warga masuk ke tambang bukan karena ingin cepat kaya. Kondisi ekonomi memaksa mereka mencari alternatif setelah harga karet jatuh, rotan tidak lagi bernilai, dan lapangan pekerjaan semakin sempit. Bagi sebagian masyarakat desa, tambang emas rakyat menjadi salah satu jalan untuk mempertahankan kehidupan keluarga.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Samatiga, Satlantas  Ingatkan Pentingnya Keselamatan Berkendara

Di sejumlah lokasi tambang, aktivitas penambangan memang menggunakan alat berat seperti ekskavator. Namun alat tersebut sering kali bukan milik para penambang. Sebagian disewa, sementara sebagian lainnya dibeli dengan sistem kredit yang harus dibayar setiap bulan.

Ketika razia dilakukan, aktivitas tambang langsung berhenti. Mesin diangkut, pekerjaan hilang, sementara cicilan alat tetap berjalan dan kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi. Kondisi semakin sulit ketika para pembeli emas juga ikut ditangkap, sehingga emas yang sudah didulang tidak lagi memiliki jalur penjualan.

Menanggapi kondisi tersebut, salah satu tokoh masyarakat, Zulkarnaini menilai persoalan tambang rakyat tidak bisa dilihat hanya dari sisi penegakan hukum semata.

“Yang kita ketahui, pertambangan rakyat ini sudah berjalan cukup lama. Bukan berarti masyarakat tidak ingin mengurus izin, tetapi proses perizinannya yang sangat sulit. Jangan selalu menyalahkan masyarakat, justru pemerintah yang harus berbenah karena selama ini mempersulit proses perizinan,” ungkapnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Dukung Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Aceh Barat Apresiasi Peran Strategis Bidan

Menurutnya, jika pemerintah benar-benar ingin menyelesaikan persoalan tambang rakyat, maka langkah yang harus ditempuh bukan hanya penertiban, tetapi juga membuka jalan legal bagi masyarakat agar aktivitas tersebut dapat diatur secara resmi.

“Kalau ada solusi perizinan yang jelas dan mudah diakses masyarakat, tentu banyak warga yang siap mengikuti aturan. Yang terjadi sekarang, masyarakat seperti terjebak di antara kebutuhan hidup dan aturan yang sulit mereka tempbus,” tambahnya.

Hingga kini, razia terhadap tambang emas rakyat masih terus berlangsung di sejumlah lokasi. Sementara di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi nyata agar aktivitas ekonomi warga tidak sepenuhnya terhenti.(**)

Berita Terkait

Di Tengah Luka Pascabanjir, Warga Pante Ceureumen Tetap Khidmat Rayakan Idul Fitri
Pawai Obor dan Becak Hias Semarakkan Malam Takbiran di Gampong Lawet
Akses Jalan Sikundo di Pante Ceureumen Lumpuh Total Diterjang Longsor dan Luapan Sungai
Sinergi Warga Pante Ceureumen di Perantauan untuk Kampung Halaman
PWI Aceh Barat Santuni Anak Yatim, Perkuat Sinergi dengan Mitra Kerja
Keluarga Besar Hamidah Bagikan Takjil dan Gelar Doa Bersama
LANA Murka, Dugaan Upaya Pembunuhan Karakter Akan Dilawan Tanpa Kompromi ‎
Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Drien Sibak, Serap Aspirasi Warga
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:51 WIB

Di Tengah Luka Pascabanjir, Warga Pante Ceureumen Tetap Khidmat Rayakan Idul Fitri

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:51 WIB

Pawai Obor dan Becak Hias Semarakkan Malam Takbiran di Gampong Lawet

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:27 WIB

Akses Jalan Sikundo di Pante Ceureumen Lumpuh Total Diterjang Longsor dan Luapan Sungai

Sabtu, 14 Maret 2026 - 05:03 WIB

Tokoh Masyarakat Minta Solusi Legal atas Penertiban Tambang Emas Rakyat di Aceh

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:55 WIB

Sinergi Warga Pante Ceureumen di Perantauan untuk Kampung Halaman

Berita Terbaru

Dinas Pendidikan Aceh menggelar apel pagi perdana usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

Uncategorized

Disdik Aceh Gelar Apel Pasca-Lebaran, ASN Diminta Jaga Etos Kerja

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:36 WIB

Aceh Utara

Korban Meninggal Diduga Terseret Banjir Kembali Ditemukan

Rabu, 25 Mar 2026 - 18:36 WIB