Meulaboh | Atjeh Terkini.id – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Pante Ceureumen beberapa waktu lalu meninggalkan dampak yang tidak sedikit. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, fasilitas umum terdampak, dan aktivitas masyarakat sempat terhenti.
Namun di balik musibah tersebut, muncul satu hal yang sangat terasa, yakni semangat kebersamaan dan kepedulian dari masyarakat Pante Ceureumen, termasuk mereka yang kini menetap di Meulaboh dan sekitarnya.
Masyarakat asal Kecamatan Pante Ceureumen yang berada di perantauan telah memiliki wadah persatuan bernama Ikatan Keluarga Kecamatan Pante Ceureumen (IKKPC). Organisasi ini menjadi ruang silaturahmi, tempat berkumpul, sekaligus wadah untuk memikirkan masa depan kampung halaman secara bersama-sama.
Beberapa hari lalu, IKKPC menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Meulaboh. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban. Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar.

Kehadiran warga dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap kampung halaman masih sangat kuat.
Pertemuan seperti ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang diskusi tentang masa depan Pante Ceureumen. Sejumlah gagasan strategis mulai muncul. Salah satunya adalah rencana pembangunan balai musyawarah IKKPC di Kota Meulaboh.
Balai ini nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas, koordinasi, serta tempat bermusyawarah bagi masyarakat Pante Ceureumen di perantauan. Untuk mewujudkannya tentu diperlukan dukungan bersama, termasuk dalam hal penyediaan dan pembebasan lahan.
Perhatian IKKPC tidak hanya tertuju pada warga di perantauan, tetapi juga terhadap kondisi kampung halaman. Berbagai persoalan di Pante Ceureumen turut menjadi bahan pemikiran bersama, termasuk persoalan pendidikan yang mulai menunjukkan tanda-tanda menurunnya jumlah generasi muda di beberapa wilayah.
Selain itu, IKKPC juga mendorong perbaikan berbagai sarana dan prasarana di Kecamatan Pante Ceureumen. Potensi wisata daerah pun menjadi perhatian. Beberapa lokasi yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain wisata Irigasi Lhok Guci, wisata Geunang Pulang, serta potensi wisata di Sikundo.
Jika dikelola secara baik dan berkelanjutan, sektor wisata ini tidak hanya memperkenalkan keindahan Pante Ceureumen, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Tidak kalah penting, IKKPC juga mulai memikirkan masa depan para mahasiswa asal Pante Ceureumen yang menempuh pendidikan di Meulaboh. Salah satu gagasan yang berkembang adalah rencana pembangunan asrama mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan bagi generasi muda daerah.
Menurut Aduwina Pakeh, semangat kebersamaan masyarakat Pante Ceureumen, baik di kampung halaman maupun di perantauan, merupakan modal penting untuk membangun daerah.
“Sinergi antara masyarakat di kampung dan masyarakat di perantauan harus terus dijaga. Dengan kebersamaan, kita bisa memikirkan dan mewujudkan masa depan Pante Ceureumen yang lebih baik,” ungkapnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, kemajuan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga pada kepedulian dan kekompakan masyarakatnya. Semangat itulah yang kini mulai terlihat dari masyarakat Pante Ceureumen yang bersatu, berpikir, dan bergerak bersama demi kemajuan kampung halaman.(**)
















