Bantuan Presiden Rp 4 Miliar Untuk Korban Banjir Bireuen Belum Digunakan, HRD Soroti Pemanfaatannya

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HRD sorot Dana bantuan Presiden Rp 4 Miliar belum di manfaatkan oleh masyarakat Bireuen korban bencana alam. kamis 12.03/2026.

HRD sorot Dana bantuan Presiden Rp 4 Miliar belum di manfaatkan oleh masyarakat Bireuen korban bencana alam. kamis 12.03/2026.

BIREUEN | Atjeh Terkini.Id -Bantuan dana tanggap darurat sebesar Rp4 miliar dari Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini belum dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud.

Politisi yang akrab disapa HRD itu mempertanyakan lambannya pemanfaatan bantuan tersebut, sementara masyarakat yang terdampak bencana disebut masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana.

Hal itu disampaikan Ruslan Daud saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat seharusnya dapat segera dimanfaatkan untuk membantu warga yang kehilangan harta benda serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

“Setiap saya turun ke lapangan, masyarakat selalu menyampaikan keluhan. Banyak yang kehilangan harta benda, rumah rusak bahkan masih ada yang bertahan di pengungsian. Kami berharap bantuan yang sudah diberikan pemerintah pusat bisa segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” kata Ruslan.

Baca Juga :  ADG Tahun 2019 Rp.1 Miliar Lebih Dikelola Tidak Transparan, Minta Kejari Bireuen Bertindak 

Ia menilai, dalam situasi pascabencana pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan masyarakat terdampak segera mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Di sisi lain, sebagian warga korban banjir juga mengaku masih menunggu bantuan untuk kebutuhan pemulihan rumah tangga. Nisda, salah seorang warga Desa Kuala Ceurape, mengatakan hingga kini dirinya belum menerima bantuan sejak bencana terjadi.

“Sudah beberapa bulan sejak banjir, tapi kami belum mendapatkan bantuan apa-apa. Kami berharap bantuan dari pemerintah bisa segera disalurkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Komandan Kodim 0111/Bireuen Salurkan Tas dan ATK Titipan Pangdam IM Kepada Anak Korban Bencana Banjir Bireuen

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, sebelumnya menjelaskan bahwa dana bantuan tanggap darurat sebesar Rp4 miliar dari pemerintah pusat tersebut memang masih tersimpan di rekening kas daerah.

Menurutnya, dana tersebut disiapkan sebagai anggaran tanggap darurat dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terdapat kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana.

“Uang itu masih utuh di rekening daerah dan bisa digunakan jika ada kebutuhan,” kata Hanafiah dalam audiensi dengan Gerakan Masyarakat Sipil di ruang Badan Musyawarah DPRK Bireuen, Selasa (10/3/2026).

Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen menggunakan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana dan mekanisme yang berlaku.

Belum dimanfaatkannya bantuan Presiden tersebut kini menjadi perhatian berbagai pihak, sementara masyarakat terdampak berharap proses pemulihan pascabencana dapat segera berjalan optimal. (Mega)

Berita Terkait

Bireuen Terima 2,25 M dari Prabowo untuk Pembelian Sapi Meugang 
Ribuan Warga Hadiri Halal Bihalal di Rumah H Ruslan Daud
Pernyataan Safrizal ZA Dikecam Pengungsi : Turun, Lihat Kami Masih Tinggal di Tenda
Ratusan warga korban pascabanjir, unjuk rasa diKantor Bupati Bireuen
Hj Faridah Adam Beli Baju Lebaran untuk Pengungsi Korban Banjir di Bireuen
Bupati Bireuen Tegur Pj Sekda Usai Pernyataan Dinilai Tak Pantas Soal Penyintas Bencana
Kesal Akibat Penantian HUTARA Tidak Kunjung Miliki Warga Dirikan Tenda di Komplek Kantor Bupati Bireuen
GeRAK Bireuen: Pernyataan Sekda Tidak Berempati, Jangan Kriminalisasi Korban Bencana
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 02:51 WIB

Bireuen Terima 2,25 M dari Prabowo untuk Pembelian Sapi Meugang 

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:21 WIB

Ribuan Warga Hadiri Halal Bihalal di Rumah H Ruslan Daud

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:17 WIB

Pernyataan Safrizal ZA Dikecam Pengungsi : Turun, Lihat Kami Masih Tinggal di Tenda

Senin, 16 Maret 2026 - 18:04 WIB

Ratusan warga korban pascabanjir, unjuk rasa diKantor Bupati Bireuen

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:14 WIB

Hj Faridah Adam Beli Baju Lebaran untuk Pengungsi Korban Banjir di Bireuen

Berita Terbaru

Dinas Pendidikan Aceh menggelar apel pagi perdana usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

Uncategorized

Disdik Aceh Gelar Apel Pasca-Lebaran, ASN Diminta Jaga Etos Kerja

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:36 WIB

Aceh Utara

Korban Meninggal Diduga Terseret Banjir Kembali Ditemukan

Rabu, 25 Mar 2026 - 18:36 WIB