Redelong | Atjeh Terkini.id – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan stimulan tahap I untuk perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak 194 kepala keluarga (KK) tercatat menerima bantuan tersebut, Jumat (13/2/2026).
Ratusan penerima bantuan itu terdiri dari 115 KK korban rumah rusak ringan (RR) dan 79 KK korban rumah rusak sedang (RS) yang tersebar di 10 kecamatan.
Rincian penerima bantuan per kecamatan yakni Kecamatan Bukit (12 RR, 3 RS), Wih Pesam (10 RR, 8 RS), Bandar (1 RR, 1 RS), Mesidah (20 RR, 13 RS), Syiah Utama (0 RR, 3 RS), Bener Kelipah (2 RR, 2 RS), Permata (12 RR, 21 RS), Timang Gajah (49 RR, 21 RS), Gajah Putih (2 RR, 0 RS), serta Pintu Rime Gayo (7 RR, 7 RS).
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp15 juta untuk setiap rumah rusak ringan dan Rp30 juta bagi rumah rusak sedang. Total anggaran yang diterima Kabupaten Bener Meriah mencapai Rp4,09 miliar, dengan rincian Rp1,72 miliar untuk rumah rusak ringan dan Rp2,37 miliar untuk rumah rusak sedang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tagore Abubakar bersama Wakil Bupati Armia di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah.
Dalam sambutannya, Bupati Tagore menegaskan agar bantuan tersebut disalurkan secara transparan dan tanpa potongan dalam bentuk apa pun.
“Ini hak masyarakat yang terdampak bencana. Tidak boleh ada pemotongan dan tidak boleh ada permainan. Jika ditemukan praktik korupsi, segera laporkan. Pemerintah akan menindak tegas,” ujar Tagore.
Ia juga meminta pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) selaku penyalur dana agar tidak mempersulit proses pencairan, sehingga bantuan dapat segera dimanfaatkan warga untuk memperbaiki rumah mereka.
Selain itu, Bupati Tagore mengingatkan para penerima agar menggunakan dana stimulan sesuai peruntukannya. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian negara kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit pascabencana.
Terkait warga terdampak yang belum menerima bantuan, Tagore memastikan proses pendataan masih terus dibenahi. Warga yang belum terakomodasi pada tahap pertama akan diusulkan kembali untuk menerima bantuan pada tahap II.
“Tidak ada yang kami abaikan. Data terus diperbaiki agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.(Nisa)
















