Bener Meriahl- Atjeh Terkini.Id. LSM Bener Meriah meminta Pemerintah Pusat mengambil kebijakan keputusan darurat untuk mengatasi pemulihan korban bencana di Provinsi Aceh,
Terutama Kabupaten Bener Meriah yang masih terisolir. Demikian disampaikan Koordinator LSM Bener Meriah Drs. Suwandris Zetha, Sabtu (13/12
Skala kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor di daerah itu cukup parah: jalan antar kampung putus, ekonomi masyarakat lumpuh, dan sulitnya akses ke sembako, BBM, listrik, serta air bersih. Pemerintah daerah mengalami kesulitan menangani tanggap darurat dan pemulihan akibat keterbatasan sumber daya dan kemampuan.
“Mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil kebijakan Pemerintah Pusat. Sangat diperlukan pembentukan lembaga ad-hoc semacam Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi Bencana Alam Aceh untuk tahap pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi sehingga kehidupan sosial-ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan kembali normal,” kata Zetha.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah memperpanjang masa Tanggap Darurat tahap kedua karena kondisi daerah masih belum membaik: sebagian besar masih terisolir, kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi, dan listrik hanya menyala di sebagian kecil wilayah. (Bram)
















