Yakarim Munir : Uang Rp250 Juta, Masukan Alat Berat Masuk Lokasi Objek Lahan Plasma

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singkil | Atjeh Terkini Id – Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan jual beli lahan plasma dengan terdakwa Yakarim M Kini kembali digelar di Pengadilan Negeri Aceh Singkil, sampai malam selasa (4/11/2025) dini hari.

Berdasarkan sidang nomor perkara 90/Pid.B/2025/PN Aci tersebut menghadirkan tiga saksi dari pihak PT Delima Makmur, yakni Breadley Alexander, Surveyor Pemetaan, Aditya staf, serta Idham Syahputra dari bagian Humas perusahaan tersebut.

Dalam acara sidang berlanjut malam dini hari turut hadir pula saksi, Yahya dan saksi fakta dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Subulussalam.

Saksi pertama, Breadley Alexander, Bahwa ia menjelaskan bahwa lahan yang menjadi objek perkara adalah bagian dari rencana kebun plasma seluas 200 hektare lebih kurang tuturnya.

Lokasinya di kawasan Pegayo, Kecamatan Singkohor, yang termasuk bagian kewajiban perusahaan dalam SK Hak Guna Usaha di areal (HGU) perusahaan seluas 2.576 hektare.

“Pertemuan awal dengan terdakwa Yakarim Munir terjadi pada Maret 2022 di Restoran Bhineka, kemudian dilanjutkan di Hotel Maulida Kota Subulussalam.

Saat itu Pak Yakarim memperlihatkan peta lokasi yang akan dijual dengan harga Rp17 juta per hektare,” jelas Breadley.

Saksi berikutnya, Aditya, yang juga bertugas sebagai petugas pemetaan karyawan PT Delima Makmur, dia menyebut dirinya hanya melakukan survei dan pengambilan titik – titik koordinat lokasi untuk memastikan kelayakan lahan.

Baca Juga :  Rayakan Kepemimpinan Pasangan SAHABAT, H. Syafriadi SH, Dan Sulaiman Hamzah SH, di Peusijuk 

“Saya hanya dapat melakukan pemetaan dan memastikan lokasi tersebut bukan kawasan hutan produksi. Soal transaksi saya tidak tahu,” jelas Aditya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengecekan melalui aplikasi Bumi BPN, sebagian lahan yang ditawarkan ternyata sudah bersertifikat milik pihak lain.

Sementara itu, saksi ketiga Idham Syahputra mengakui bahwa PT Delima Makmur telah memberikan uang muka (DP) sebesar Rp250 juta kepada terdakwa Yakarim Munir sebagai tanda jadi jual beli lahan plasma.

“Benar, perusahaan membayar Rp250 juta sebagai DP jual beli lahan plasma, namun proses tidak selesai dikarenakan diketahui sebagian lahan sudah bersertifikat,” ujar Idham di hadapan majelis hakim.

Hakim kemudian menanyakan soal aktivitas dilapangan sebelum transaksi rampung. Apakah ada alat berat yang bekerja di lokasi itu? Kok bisa ada pekerjaan padahal terkait transaksi belum selesai?” tanya hakim. Idham menjawab singkat, “Benar, ada alat berat yang bekerja di lahan itu, Yang Mulia.”

Sesi lain, Kuasa hukum terdakwa, Zahrul, SH, menegaskan bahwa perkara ini seharusnya tidak dikriminalisasi karena seluruh proses didasarkan pada perjanjian jual beli yang sah secara hukum.

Baca Juga :  Taklukan COALEN 5-0, PSLKA Raih Kemenangan Final Dandin Cup 2025

“Kami akan membuktikan bahwa tidak ada unsur penipuan sebagaimana didakwakan. Semua proses tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan dan perjanjian ganti rugi lahan antara Yakarim Munir dengan PT Delima Makmur,” tegas Zahrul usai sidang.

Ia menambahkan, keterangan para saksi sendiri menunjukkan bahwa hubungan antara kliennya dengan pihak perusahaan merupakan hubungan keperdataan, bukan pidana.

“Dalam klausul perjanjian sudah disitu sudah jelas disebutkan bahwa jika ada perselisihan diselesaikan melalui jalur perdataan di Pengadilan Negeri Aceh Singkil. Namun, pihak PT Delima Makmur justru langsung melaporkan ke Polda Aceh,” Ujarnya.

Menurut Zahrul, bahkan Yakarim Munir pernah berinisiatif menyelesaikan persoalan secara baik-baik. “Beliau sudah menawarkan mengembalikan uang Rp250 juta itu, asalkan seluruh dokumen tanahnya dikembalikan. Itu dilakukan secara resmi melalui kepanitraan Pengadilan Negeri Aceh Singkil,” tambahnya.

Saya menduga, bahwa langkah hukum yang ditempuh PT Delima Makmur sarat dengan upaya kriminalisasi terhadap kliennya.

“Faktanya, berdasarkan keterangan saksi Breadley, Idham, dan Yahya, Aditya, semua tindakan dilakukan atas dasar perjanjian yang sah. Maka jelas bahwa perkara ini adalah murni keperdataan, bukan pidana, dan sidang selanjutnya insyaallah pada hari jumat ini.Pungkas Zahrul.(Aiyub Bancin)

Berita Terkait

Tuntut 10 Poin, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Demo di DPRK Aceh Singkil 
Dinilai Gagal dan Bermasalah, Bupati Diminta Evaluasi Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil
Lahan Gambut di Konsesi PT Delima Makmur Kebakaran, AMPAS Desak APH Tegakkan Hukum 
Yakarim Munir Lembong, Pejuang Rakyat Aceh Singkil Kian di Cintai 
Rumah Tahanan Ramai Kunjungan Menyambut Bebasnya Yakarim Munir
Yakarim Munir Lembong Akhirnya Bebas, Berdasarkan Putusan Pengadilan. 
Kapolda Aceh Lakukan Peninjauan Pasca Dampak Banjir di Aceh Singkil 
BKMT Ajak Wanita Jadikan Sholat Sebagai Kebutuhan, Bukan Hanya Kewajiban
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:59 WIB

Tuntut 10 Poin, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Demo di DPRK Aceh Singkil 

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:55 WIB

Dinilai Gagal dan Bermasalah, Bupati Diminta Evaluasi Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:23 WIB

Lahan Gambut di Konsesi PT Delima Makmur Kebakaran, AMPAS Desak APH Tegakkan Hukum 

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:16 WIB

Yakarim Munir Lembong, Pejuang Rakyat Aceh Singkil Kian di Cintai 

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:22 WIB

Rumah Tahanan Ramai Kunjungan Menyambut Bebasnya Yakarim Munir

Berita Terbaru

Polres Bener Meriah melaksanakan kegiatan cipta kondisi dengan menggelar patroli dan razia balap liar meminimalisi penyakit masyarakat, pada Jumat (13/2/2026) malam, pukul 21.30 WIB.

Bener Meriah

Jelang Ramadhan, Polres Bener Meriah Gelar Razia Balap Liar

Sabtu, 14 Feb 2026 - 19:56 WIB

Aceh Barat

50 Keuchik di Aceh Barat Diultimatum Kembalikan Dana Desa

Sabtu, 14 Feb 2026 - 14:07 WIB