Dilapor Polisi Ulah Pengemis Bawa Kabur Bocil

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bocil MU yang diduga di bawa kabur pengemis

Bocil MU yang diduga di bawa kabur pengemis

Langsa| Atjeh Terkini.id – Ada saja ulah Pengemis. Seorang warga Langsa Musliadi (45) membuat laporan polisi karena anaknya MU (10) dibawa kabur pengemis.

Laporan itu Nomor : LP/B/77/I/2025/SPKT/Polres Langsa/Polda Aceh, Senin 17 Februari 2025 lalu dengan dugaan Tindak Pidana ‘Tentang Ekploitasi dan atau Penculikan Anak.

Musliadi membeberkan kronologis kejadian, pada Jumat 14 Februari 2025, sekira pukul 13:30 WIB, mencari korban yang biasanya bermain di bola kaki di lapangan bola voly di Dusun Nelayan Gampong Sungai Pauh Pusaka. Namun korban tidak ditemukan.

Keberadaan korban tidak ditemukan, lalu Musliadi menanyakan korban kepada beberapa saksi dilokasi itu. Mereka melihat korban dibawa oleh terlapor Kakek Farel dengan berjalan kaki dan tidak tau arahannya kemana.

Baca Juga :  352 Murid Baru Tempuh Pendidikan di SMP Negeri 3 Langsa, Begini Kata Kepsek

Orang tua korban cemas karena anak mereka sudah beberapa hari tidak pulang kerumah dan tidak diketahui keberadaannya, sehingga ibu korban Dewi Yul membuat laporan ke SPKT Polres Langsa.

Sambungnya, kakek Farel dalam keseharian mencari sumbangan, rumah kontrakan korban dengan pelaku berhadapan, ia juga (Kakek Farel, red) dekat dengan anak-anak. Sebelumnya, kakek Farel tanpa sepengetahuan orang tua korban pernah membawa anaknya tersebut untuk mengemis.

Pengemis dengan mata rabun, warga mengenalnya Kakek Farel. Diduga pelaku pembawa kabur MU.

“Istri saya sudah pernah melarang anaknya dan kakek Farel agar tidak membawa anaknya lagi, Namum entah bagaimana, kakek Farel kembali membawa anaknya tersebut dan tidak kembali ke rumah kontrakan hingga saat ini, hingga saat ini kami mencari keberadaan korban, ke sejumlah tempat baik di Aceh hingga ke Sumut,” papar Musliadi, Rabu (26/2/25).

Baca Juga :  Imbas Listrik Mati, Warga Keluhkan Mendapat Air Bersih dan Akses Internet

Menurut informasi dari anak angkatnya kakek Farel yang tinggal di Binjai (Sumut), Kakek Farel tinggal tidak menetap dan selalu berpindah- pindah kontrakan dari suatu kota ke kota lain antara Aceh dan Sumatera Utara.

“Bila ada masyarakat melihat atau mengetahui keberadaan MU dan Kakek Farel, kami mohon agar menghubungi kami keluarga korban, Hp 08989929633, 089530809759 atau 082252498379,” pinta Musliadi.

Jadi berhati – hatilah para orang tua, selalu mengawasi anaknya ketika berada diluar rumah, dengan siapa mereka bermain dan bergaul, agar hal yang serupa tidak terjadi kepada orang tua lainnya.(**)

Berita Terkait

Gelar Mubes ke-I, Siapakah Tokoh Peureulak Pegang Estafet Kepengurusan FK.P70 Selanjutnya?
Proyek WTP RSUD Rp 1,43 M DOKA 2022, Diduga Terindikasi Kolusi 
PKL Pasrah, Lapak Jualan Buah Dibongkar Satpol-PP 
Oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh Diduga Lecehkan Mahasiswi di Dalam Mobil Penumpang
Bangunan Lapak PKL Pajak Langsa Dibongkar Paksa
Ekspor Ilegal Ratusan Satwa Liar Dilindungi Digagalkan Tim Gabungan Bea Cukai
Nama dan Foto Profil Ketua PWI Langsa Dicatut OTK, Munawar : Semua Pihak Berhati – Hati
Langgar Hukum Jinayat, 10 Terpidana Jalani Hukuman Cambuk di Aceh Selatan 
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:25 WIB

Proyek WTP RSUD Rp 1,43 M DOKA 2022, Diduga Terindikasi Kolusi 

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:01 WIB

PKL Pasrah, Lapak Jualan Buah Dibongkar Satpol-PP 

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:20 WIB

Oknum ASN Dinas Syariat Islam Aceh Diduga Lecehkan Mahasiswi di Dalam Mobil Penumpang

Senin, 2 Februari 2026 - 10:22 WIB

Bangunan Lapak PKL Pajak Langsa Dibongkar Paksa

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:38 WIB

Ekspor Ilegal Ratusan Satwa Liar Dilindungi Digagalkan Tim Gabungan Bea Cukai

Berita Terbaru

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar saat menerima jajaran BPJS Kesehatan di Meuligoe Wali Nanggroe, Selasa (3/2/2026), membahas perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pemerintahan

Wali Nanggroe Minta Akses Layanan Kesehatan Tidak di Batasi 

Rabu, 4 Feb 2026 - 21:25 WIB