Langsa | Atjeh Terkini.id – Sebagian besar warga Kota Langsa mengeluhkan pengumuman penerima bantuan dampak banjir berdasarkan Surat Keputusan Walikota Langsa nomor :101/900/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Walikota langsa nomor : 655/900/2025 tentang penetapan penerima bantuan stimulan rumah rusak berat/sedang/ringan tahap I pada korban bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang di wilayah kota Langsa.
“Pengumuman penerima itu tampaknya tebang pilih, pasalnya saya sudah melaporkan melalui aplikasi SITABAH dan juga telah mengisi data kerusakan sesuai form selanjutnya dikembalikan ke kantor Geuchik,” ujar Yuddin warga gampong Blang Senibong Kecamatan Langsa Kota, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, terkait penerima bantuan dampak banjir, harus merujuk kepada Kepmen terbaru Menteri Dalam Negeri nomor : 300.2.8-168 tahun 2026, tentang Pedoman teknik bantuan perbaikan dan pembangunan rumah masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tahun anggaran 2026, yang ditetapkan pada 10 Pebruari 2026.

“Kemarin pada Selasa (10/2/2026) ditetapkan, ada beberapa point di dalam Kepmen tersebut yang harus di laksanakan oleh pemerintah,” ujarnya seraya memperlihatkan kemendagri tersebut.
Dikatakan, pada pedoman teknis di Kepmendagri Bab II, Hal yang Bersifat Umum dan Pengorganisasian. Dalam bab ini jelas disebutkan tentang penerima bantuan dampak banjir.
“Kalau tidak merujuk pada kemendagri tersebut, pasti akan terjadi protes lanjutan dari warga yang tidak masuk dalam pengumuman tersebut. Di gampong Geudubang Aceh jangankan nama penerima, nama gampongnya saja tidak ada, padahal banyak rumah warga terendam banjir,” paparnya.
Menurutnya, penerima bantuan yang ada di dalam pengumuman adalah hasil verifikasi tim dari BPBD Kota Langsa, namun tidak menyeluruh.
“Tidak semua rumah yang terkena banjir disambangi oleh tim, yang ada pasti dapat. Padahal sebagian besar rumah warga Langsa terdampak banjir,” pungkasnya.

Ia dan warga lainnya berharap Pemerintah Kota Langsa dapat melakukan verifikasi kembali rumah warga yang terdampak banjir. Terlebih menjelang bulan suci ramadhan 1447 H masyarakat sangat membutuhkan bantuan tersebut.
Sementara itu terkait hal ini, Pemerintah Kota Langsa mengelar rapat, Rabu (11/2/2025) sore. Awak media mencoba menghubungi Kepala BPBD Kota Langsa, namun hingga menjelang magrib tak dapat dikonfirmasi karena rapat masih berlangsung.
Salah seorang pejabat yang ditemui AtjehTerkini.id di seputaran kantor Sekretariat Pemko Langsa menyebut, pihak pemerintah sedang mengelar rapat terkait warga terdampak banjir tak menerima bantuan.
“Ini lagi rapat tentang hal tersebut,” ujar pejabat itu, seraya dirinya bergegas menuju ke musholla untuk melaksanakan sholat ashar.
Terkait hal ini, Atjeh Terkini.id mengkonfirmasi Walikota dan Sekretaris Daerah Kota Langsa, melalui telepon genggamnya. Namun hingga berita ini ditayangkan tidak ada jawaban.(**)
















