Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Guna terus menjalin dan menciptakan suasana keakraban dan silaturahmi bersama para sahabat lama, juga dengan guru-guru madrasah termasuk tokoh agama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I ngopi bareng di Lampoeh Tubee Kupi, Matang Panyang Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara pada Ahad, (08/02/2026) sore.
Dalam suasana yang penuh bersahabat dan tampak ceria, kegiatan ngopi bareng ini dihadiri Pimpinan Dayah Taqwinul Mumtazi Desa Matang Bayu-Sampoyniet Kecamatan Baktiya Barat Dr. Mannan, M.Ed yang akrab disapa Syeh, Kepala MIN 14 Aceh Utara yang juga Ketua Forum Kelompok Kerja Madrasah Aceh Utara H. Muhammad Yusuf, dan sejumlah guru MTsN 8 Aceh Utara.
Mereka terlihat ngobrol berbagi cerita membuat suasana semakin ceria dan bahagia serta memberi kesan positif di kala itu. Namun tak luput juga saling bercerita tentang bencana banjir yang mereka alami pada November tahun lalu.
Dalam kesempatan yang singkat itu, Kadis Pendidikan Dayah Aceh mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar menikmati secangkir kopi Lampoeh Tubee, atau silahturahmi semata, akan tetapi juga berdiskusi dan saling bertukar pikiran terkait perkembangan pendidikan di dayah dan madrasah akhir-akhir ini, dan juga kondisi terkini lainnya.
“Alhamdulillah, sore ini kita berkesempatan untuk bersilaturahmi bersama, rasa syukur tidak terhingga kepada Allah yang telah mempertemukan kita walaupun hanya sesaat saja,” ucap Muhsin.
Ia menambahkan, walaupun sebahagian harta yang Allah titipkan untuk kita miliki telah Allah ambil kembali ketika banjir, namun Allah masih memberikan panjang umur dan kesehatan. Penuh rasa syukur kepada Sang Khaliq. “Mudah-mudahan, kedepannya nanti kita bisa bertemu lagi, dan jangan lupa titip salam saya untuk keluarga dan juga rekan-rekan,” ujarnya penuh harap.
Suasana tampak begitu hangat dan penuh keakraban saat ngopi berlangsung. Bahkan terlihat senang dan bahagia ketika kehadiran beberapa guru MTsN 8 Aceh Utara, dimana madrasah yang pernah dipimpinnya sebelum pindah tugas ke Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, yang ketika itu dipercayakan menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh
Sebelum beranjak, Muhsin mengajak, baik guru-guru madrasah maupun guru-guru Dayah serta seluruh elemen pendidikan untuk berperan aktif dalam membentuk karakter anak yang berakhlakul karimah dan sopan santun. Apalagi tantangan masalah akhlak dan moralitas anak-anak kita menghadapi era peradaban digital saat ini.
Sementara Syeh Mannan mengatakan, pembinaan karakter perlunya sinergi lintas sektor, tidak bisa dibebankan hanya pada sekolah. Kolaborasi antara orangtua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk membentuk perilaku positif secara berkelanjutan. “Dayah sebagai benteng moral dan pusat pendidikan Islam tradisional yang membentuk karakter, moralitas, dan keimanan generasi muda berlandaskan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. Secara konsisten, dayah membina santri agar menjadi individu yang bertaqwa, memiliki keahlian, dan berguna bagi agama, masyarakat dan negara,” tutup Syeh. (H.Yos)
















