Setengah Kilo Daging Meugang Syarat Makna di Pasar Kota Fajar

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan | Atjeh Terkini.id – Tradisi meugang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Aceh, sehingga tradisi ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Memasuki bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M, masyarakat berbondong-bondong untuk membeli berbagai keperluan, mulai dari daging sampai peralatan rumah tangga.

Pantauan kami pasar Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh selatan, sejak Subuh harga daging kerbau maupun sapi pada hari pertama tradisi meugang tembus Rp200 ribu per kilogram. Selain daging, bagian lain juga dijual dengan harga Rp 100 ribu per kilogram seperti tulang paha.

“Hari ini harga daging baik kerbau maupun sapi kita jual Rp200 ribu per kilogram dan tulang di harga Rp100 ribu per kilogram,” kata Nazan, salah seorang pedagang daging meugang di pasar Kotafajar, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga :  Putusan Tipikor Jadi Momentum Pembenahan Baitul Mal Aceh Selatan

Lonjakan dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat yang ingin menyambut Ramadhan. Namun, hari biasanya daging sapi maupun kerbau berkisar di harga Rp150 ribu per kilogram.

Di Aceh, meugang merupakan tradisi memasak dan menyantap daging bersama sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan.

Dalam situasi penuh haru menyambut hari meugang, hadir juga keadaan yang mungkin tanpa kita sadari ada di sekeliling kita, ternyata tak semua kita mampu membeli daging sesuai kebutuhan,

Terkadang untuk keluarga maupun anak anak tercinta, setengah kilo daging meugang pun menjadi haru penuh rasa syukur, sehingga bisa makan bersama sama dengan kesederhanaan penuh makna.

Baca Juga :  Camat Kluet Utara Gelar Coffe Morning, Perkuat Sinergitas Pengelolaan Pasar Rakyat Kotafajar

Seorang pembeli bernama Samidon mengatakan kepada media AtjehTerkini.id mengaku tradisi meugang sudah menjadi kewajiban di Aceh.

“Kami usaha kan tetap harus beli daging meugang untuk dibawa pulang,setidaknya kita bisa makan bersama anak anak di rumah,Tidak harus banyak, yang penting ada meskipun setengah kilogram,” tutupnya.

Walaupun demikian, tingginya harga tidak menyurutkan minat warga. Meugang dinilai sebagai momen sakral yang sudah menjadi bagian dari tradisi tahunan.

“Walaupun kondisi cuaca mendung, namun masyarakat tetap ke pasar untuk membeli daging,” tutup Nazan. (Khairul Miza)

Berita Terkait

Ketua dan Anggota IWO Aceh Selatan : Marhaban Ya Ramadhan 1447 H
Dewan Guru Bersama Siswa MAN Kluet Utara Bersihkan Area Masjid Kota Fajar
Forkopimcam Kluet Utara Bersama Lintas Sektor Gelar Jumat Bersih
Pelayanan Kantor PUPR Aceh Selatan Lumpuh, Akibat Aliran Listrik di Hentikan PLN
Baital Mukadis Terima Buku “Menolak Menyerah”, Karya Hasbaini
Plt.Sekda Aceh Selatan Hadiri Penyantunan Anak Yatim Desa Ladang Panton Luas
‎Kodim 0107/Asel Bersama Pemda dan Masyarakat Gelar Jumat Bersih di RTH Tapaktuan
H. Baital Mukadis Bersama Forkopimda Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2026 di SICC Bogor 
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:10 WIB

Setengah Kilo Daging Meugang Syarat Makna di Pasar Kota Fajar

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:30 WIB

Ketua dan Anggota IWO Aceh Selatan : Marhaban Ya Ramadhan 1447 H

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:23 WIB

Dewan Guru Bersama Siswa MAN Kluet Utara Bersihkan Area Masjid Kota Fajar

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:00 WIB

Forkopimcam Kluet Utara Bersama Lintas Sektor Gelar Jumat Bersih

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:41 WIB

Pelayanan Kantor PUPR Aceh Selatan Lumpuh, Akibat Aliran Listrik di Hentikan PLN

Berita Terbaru

Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE

Pemerintahan

Pemko Langsa akan Distribusi Daging Meugang Hari ini

Selasa, 17 Feb 2026 - 17:08 WIB

Aceh Selatan

Setengah Kilo Daging Meugang Syarat Makna di Pasar Kota Fajar

Selasa, 17 Feb 2026 - 11:10 WIB