Bireuen | Atjeh Terkini.id – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen menggelar aksi donor darah massal di Alun-Alun Kota Juang, Kamis (12/2/2026), sebagai langkah antisipatif menjaga ketersediaan stok darah di daerah.
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 125 kantong darah berhasil dikumpulkan dari ratusan warga yang berpartisipasi.
Aksi sosial ini disambut antusias masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darahnya demi membantu sesama. Kegiatan tersebut menjadi upaya strategis PMI untuk memastikan stok darah di UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen tetap aman dan stabil, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi penurunan jumlah pendonor.
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, mengatakan bahwa kebutuhan darah cenderung meningkat menjelang Ramadhan, sementara partisipasi pendonor kerap mengalami penurunan.
“Kita tidak ingin terjadi kekosongan stok saat pasien membutuhkan darah. Karena itu, PMI Bireuen bergerak lebih awal dengan menggelar donor darah terbuka untuk umum,” ujar Edi.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, khususnya bagi pasien rawat inap maupun kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah.
Didampingi sang istri, Ns. Selisna Devi, Edi menilai tingginya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan soliditas sosial yang kuat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian warga menjadi modal penting dalam mendukung berbagai aksi kemanusiaan di Kabupaten Bireuen.
“Antusiasme warga hari ini luar biasa. Ini membuktikan bahwa semangat kemanusiaan masih sangat kuat di Bireuen,” tambahnya.
Sebanyak 125 kantong darah yang terkumpul akan segera disalurkan ke UPTD RSUD dr. Fauziah guna memenuhi kebutuhan pasien rawat inap maupun kondisi darurat. Setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa.
Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan dampak positif bagi pendonor, di antaranya membantu menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah baru, serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor.
PMI Bireuen berharap kegiatan donor darah dapat menjadi agenda rutin dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara berkala dalam aksi kemanusiaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam aksi donor darah. Setetes darah sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” tutup Edi.(Mega)
















