Aceh Selatan| Petani Padi di Wilayah Kluet Utara kembali menghadapi tekanan berat di musim panen kali ini. Harga gabah di tingkat petani tercatat hanya berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sementara biaya ongkos panen menggunakan mesin kombin (combine harvester) mencapai Rp23.000 per karung. Kondisi ini membuat margin keuntungan petani semakin menipis.
Sejumlah petani mengeluhkan bahwa kenaikan biaya panen cukup menekan pendapatan para petani berdasarkan harga jual gabah. Selasa, 10/02/2026
Ongkos kombin yang terus meningkat disebabkan oleh mahalnya bahan bakar, biaya perawatan mesin, serta keterbatasan jumlah unit mesin panen di lapangan. Akibatnya, petani tidak memiliki banyak pilihan selain menerima tarif tersebut agar panen tidak terlambat.
Mengingat bulan Ramadhan juga dalam hitungan hari, mayoritas petani di wilayah kluet utara terkadang memanen padi pada malam hari, ini karena jumlah kombin juga terbatas, pihak penyedia kombin beserta tenaga kerjanya mampu bekerja sampai larut malam jika cuaca cerah
“tambahan pengeluaran para petani juga ikut bertambah jika letak sawah mereka jauh dari jalan lintas tani, perlu tenaga kerja tambahan untuk membantu mengangkat padi ke jalan lintas tani, bahkan ongkos satu karung padi bisa tembus 15.000,ini tergantung jarak nya juga'” ujar Salah seorang petani kluet utara
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani,mereka khawatir harga kombin terus naik pertahun, Petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik melalui penyesuaian harga gabah di tingkat petani, subsidi biaya panen, maupun penyediaan mesin kombin dengan tarif lebih terjangkau.
para petani wilayah kluet utara juga berharap kepada Dinas terkait, agar merealisasikan adanya penambahan pembangunan jalan lintas tani supaya bisa menekan ongkos produksi masa panen
Di tengah upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan nasional, petani menilai kebijakan di lapangan harus benar-benar berpihak kepada mereka sebagai produsen utama. Tanpa dukungan yang nyata, petani khawatir kesejahteraan mereka akan terus tergerus, meski panen raya terus berlangsung. (Khairul Miza)
















