BANDA ACEH I Atjeh Terkini.id- Dinas Pendidikan Aceh resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1772/2026 tentang pembatasan penggunaan gawai atau handphone di lingkungan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Aceh. Kebijakan ini ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dan mulai berlaku sejak 5 Februari 2026.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah se-Aceh, ketua MKKS dan MKPS SMA/SMK/SLB, kepala sekolah, serta seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Pembatasan ini bertujuan mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan berkualitas, sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam ketentuan umum disebutkan, kepala satuan pendidikan berwenang melarang penggunaan gawai atau menerapkan kebijakan pemanfaatan gawai secara bijak dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi siswa. Selama jam sekolah berlangsung, siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan dilarang menggunakan gawai, kecuali pada kondisi khusus untuk kebutuhan pembelajaran dan di tempat yang telah ditentukan.
Disdik Aceh juga mewajibkan seluruh gawai dinonaktifkan atau diatur ke mode hening setelah memasuki gerbang sekolah dan dikumpulkan di tempat penyimpanan yang disediakan satuan pendidikan. Kepala sekolah diminta berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid dalam membimbing penggunaan gawai agar lebih positif dan edukatif, serta menyusun tata tertib sekolah yang mengacu pada surat edaran tersebut.
Dalam mekanisme pemanfaatan gawai bagi siswa, gawai wajib dikumpulkan kepada wali kelas, guru BK, atau petugas piket sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Gawai hanya dapat digunakan pada kondisi tertentu, seperti pembelajaran yang membutuhkan rasio satu siswa satu perangkat atau untuk siswa berkebutuhan khusus yang memerlukan teknologi asistif, dengan pengawasan pendidik dan izin kepala sekolah.
Sementara itu, bagi pendidik dan tenaga kependidikan, penggunaan gawai dibatasi hanya untuk kepentingan pembelajaran, seperti penyampaian materi, presentasi digital, dan penilaian. Penggunaan gawai untuk kepentingan di luar pembelajaran dilarang selama jam intrakurikuler dan kokurikuler, serta hanya diperbolehkan di tempat yang telah ditentukan.
















