Bupati Tarmizi: Semua Anak Aceh Barat Wajib Dapat Akses Pendidikan

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh | Atjeh Terkini.id – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH meninjau langsung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paya Baro di Kecamatan Meureubo, Sabtu (27/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Tarmizi didampingi Sekda, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Diskominsa, serta Camat Meureubo.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung berinteraksi dengan para guru dan siswa di dalam kelas, sekaligus meninjau kondisi bangunan serta fasilitas sekolah.

Tarmizi menegaskan, kunjungan ini untuk memastikan isu penutupan SDN Paya Baro yang sempat viral beberapa waktu lalu tidak benar.

Baca Juga :  Tanggapi Isu di Medsos, Polres Aceh Barat Ungkap Penanganan Tambang Ilegal

“Hari ini kita melihat langsung, di sini ruang kelas hanya tiga, ruang belajar ada enam, jumlah siswa 25 orang, dan guru sembilan orang. Untuk tahun ini Pemkab sedang membangun toilet di sekolah ini. Jadi isu penutupan jelas tidak sesuai fakta di lapangan,” ujar Tarmizi.

Ia menambahkan, Pemkab Aceh Barat tengah fokus meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama Dinas Pendidikan dan MPD guna memetakan persoalan anak putus sekolah.

“Data kita menunjukkan ada lebih dari 1.000 anak di Aceh Barat yang tidak bersekolah. Satgas akan memetakan penyebabnya sekaligus mengkaji sekolah-sekolah yang tidak memiliki murid. Kalau memang ada sekolah tanpa siswa, barulah nanti dibicarakan kemungkinan penutupan, tentu melalui kajian mendalam dan koordinasi dengan pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Konflik Tapal Batas Kian Panas,  Pembangunan Jalan Baru Picu Kemarahan Warga 

Tarmizi menekankan, Pemkab berkomitmen memastikan semua anak di Aceh Barat mendapat akses pendidikan berkualitas.

“Wajib sekolah 13 tahun adalah perintah. Anak-anak harus mendapat fasilitas yang layak, guru yang berkualitas, dan sekolah yang memadai. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat dan para keuchik,” tegasnya.(**)

Berita Terkait

Perdana di Langsa, Program S3 Studi Islam IAIN Resmi Dibuka Hari Ini
Di Tengah Luka Pascabanjir, Warga Pante Ceureumen Tetap Khidmat Rayakan Idul Fitri
Pawai Obor dan Becak Hias Semarakkan Malam Takbiran di Gampong Lawet
Akses Jalan Sikundo di Pante Ceureumen Lumpuh Total Diterjang Longsor dan Luapan Sungai
Berkah Bulan Suci, 3.411 Guru dan Tendik PPPK-PW Terima SK
Tokoh Masyarakat Minta Solusi Legal atas Penertiban Tambang Emas Rakyat di Aceh
MIN 14 Aceh Utara Gelar Bukber, Kamad : Pahala Berlipat Ganda Bersama Anak Yatim
Sinergi Warga Pante Ceureumen di Perantauan untuk Kampung Halaman
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 14:24 WIB

Perdana di Langsa, Program S3 Studi Islam IAIN Resmi Dibuka Hari Ini

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:51 WIB

Di Tengah Luka Pascabanjir, Warga Pante Ceureumen Tetap Khidmat Rayakan Idul Fitri

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:51 WIB

Pawai Obor dan Becak Hias Semarakkan Malam Takbiran di Gampong Lawet

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:27 WIB

Akses Jalan Sikundo di Pante Ceureumen Lumpuh Total Diterjang Longsor dan Luapan Sungai

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Berkah Bulan Suci, 3.411 Guru dan Tendik PPPK-PW Terima SK

Berita Terbaru