Simeulue | Atjeh Terkini.id – Dipicu tundingan memiliki ilmu hitam, rumah milik Ralimasiah warga Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue, dibakar sekelompok warga, Sabtu (28/3/2026).
Atas tundingan itu, Ia membantah keras dan mengaku tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepadanya.
Kini, lebih dari sepekan pasca kejadian, Ralimasiah bersama suami dan tiga anaknya terpaksa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Sukamaju. Kondisi keluarga semakin memprihatinkan karena suaminya diketahui sedang dalam keadaan sakit.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, korban mengaku belum menerima kunjungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue. Padahal, menurutnya, kehadiran wakil rakyat sangat diharapkan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami tidak berharap lebih, tapi setidaknya ada perhatian. DPRK adalah tempat rakyat mengadu dan bersandar,” ujar Ralimasiah dengan wajah lesu.
Ia juga berharap para wakil rakyat dapat melihat langsung kondisi yang dialaminya saat ini, serta memberikan dukungan moral di tengah cobaan berat yang menimpa keluarganya.
“Apapun persoalannya, rumah kami sudah hangus dibakar. Kami berharap ada kepedulian dari wakil rakyat untuk datang dan melihat kondisi kami,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRK Simeulue terkait belum adanya kunjungan kepada korban.
Sementara itu, masyarakat berharap agar peristiwa ini mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, guna memastikan perlindungan terhadap korban serta penanganan kasus secara adil dan transparan.(AM)
















