Aceh Selatan | Atjeh Terkini.id – Tradisi meugang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Aceh, sehingga tradisi ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Memasuki bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M, masyarakat berbondong-bondong untuk membeli berbagai keperluan, mulai dari daging sampai peralatan rumah tangga.
Pantauan kami pasar Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh selatan, sejak Subuh harga daging kerbau maupun sapi pada hari pertama tradisi meugang tembus Rp200 ribu per kilogram. Selain daging, bagian lain juga dijual dengan harga Rp 100 ribu per kilogram seperti tulang paha.
“Hari ini harga daging baik kerbau maupun sapi kita jual Rp200 ribu per kilogram dan tulang di harga Rp100 ribu per kilogram,” kata Nazan, salah seorang pedagang daging meugang di pasar Kotafajar, Selasa (17/2/2026).
Lonjakan dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat yang ingin menyambut Ramadhan. Namun, hari biasanya daging sapi maupun kerbau berkisar di harga Rp150 ribu per kilogram.
Di Aceh, meugang merupakan tradisi memasak dan menyantap daging bersama sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan.
Dalam situasi penuh haru menyambut hari meugang, hadir juga keadaan yang mungkin tanpa kita sadari ada di sekeliling kita, ternyata tak semua kita mampu membeli daging sesuai kebutuhan,
Terkadang untuk keluarga maupun anak anak tercinta, setengah kilo daging meugang pun menjadi haru penuh rasa syukur, sehingga bisa makan bersama sama dengan kesederhanaan penuh makna.
Seorang pembeli bernama Samidon mengatakan kepada media AtjehTerkini.id mengaku tradisi meugang sudah menjadi kewajiban di Aceh.
“Kami usaha kan tetap harus beli daging meugang untuk dibawa pulang,setidaknya kita bisa makan bersama anak anak di rumah,Tidak harus banyak, yang penting ada meskipun setengah kilogram,” tutupnya.
Walaupun demikian, tingginya harga tidak menyurutkan minat warga. Meugang dinilai sebagai momen sakral yang sudah menjadi bagian dari tradisi tahunan.
“Walaupun kondisi cuaca mendung, namun masyarakat tetap ke pasar untuk membeli daging,” tutup Nazan. (Khairul Miza)
















