BIREUEN | Atjeh Terkini.id Pemerintah Kabupaten Bireuen memaksimalkan dana bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia untuk menyambut tradisi meugang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Dana sebesar Rp2.250.000.000 tersebut sebelumnya direncanakan untuk pengadaan 45 ekor lembu bagi masyarakat terdampak banjir.
Setelah dilakukan pendataan dan peninjauan ulang terhadap desa-desa terdampak, jumlah 45 ekor dinilai belum mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Atas pertimbangan tersebut, Bupati Bireuen mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan anggaran secara maksimal hingga mampu merealisasikan pembelian 90 ekor lembu.
Kebijakan ini dilakukan tanpa penambahan dana, melainkan melalui efisiensi serta penyesuaian harga di tingkat penyedia, sehingga jumlah lembu yang diperoleh menjadi dua kali lipat dari rencana awal.
Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap masyarakat Bireuen, khususnya korban banjir yang masih dalam proses pemulihan ekonomi.
“Amanah ini harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan dana yang sama, kami berupaya memperluas manfaatnya agar lebih banyak warga terdampak dapat merasakan daging meugang menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Dengan total 90 ekor lembu, bantuan diharapkan dapat tersebar lebih merata ke desa-desa terdampak serta membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Saat ini, seluruh lembu bantuan telah dikarantina di Pasar Lembu Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa. Distribusi akan dimulai Selasa, 17 Februari 2026, melalui para keuchik yang menerima bantuan dengan disaksikan camat setempat, sebelum disalurkan kepada warga penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara terbuka dan terkoordinasi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik, sekaligus memastikan seluruh warga terdampak tetap merasakan kehadiran pemerintah menjelang bulan suci Ramadhan. (Mega)
















