Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Stok Logistik Harus Siap Sebelum Ramadhan

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA didampingi Asisten I, Drs Syakir bersama Ka.  SKPA memimpin rapat evaluasi kesiapan penanganan korban bencana hidrometeorologi menjelang bulan suci Ramadhan di Posko Pemulihan Bencana Aceh, Senin, 16 Februari 2026.

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA didampingi Asisten I, Drs Syakir bersama Ka. SKPA memimpin rapat evaluasi kesiapan penanganan korban bencana hidrometeorologi menjelang bulan suci Ramadhan di Posko Pemulihan Bencana Aceh, Senin, 16 Februari 2026.

BANDA ACEH I Atjeh Terkini.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Dalam arahannya, Sekda Aceh, M. Nasir menekankan bahwa stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadhan. Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda Aceh, M. Nasir.

Baca Juga :  Komitmen Dunia Pendidikan, Walikota Langsa Bagikan Paket Perlengkapan Sekolah

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang tetap berlanjut.

Terkait logistik, Sekda Aceh, M. Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia meminta pendistribusian bantuan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ucap M. Nasir.

Di sektor kesehatan, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, Sekda meminta penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas.

Sementara di sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75%. M. Nasir juga menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi koordinasi dengan Dinas Sosial.
Selanjutnya, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan. Jembatan Bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang.

Baca Juga :  Istri Wakil Gubernur Aceh Santuni Pasien Talasemia di RSUdZA Banda Aceh

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, pemerintah akan menggelar operasi pasar. M. Nasir juga meminta PLN memberikan kebijakan khusus bagi warga terdampak.

Mengingat peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam dan memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya.

“Kita akan menyurat resmi ke PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait

Pemko Langsa akan Distribusi Daging Meugang Hari ini
Asisten Administrasi Umum Hadiri Paripurna Perdana DPRA 2026
Setahun Pemerintahan Baru, Pendidikan Dayah Aceh Bergerak Maju
Awal Tahun 2026, DRKA Berhasil Donor 22 Kantong Darah
Komitmen Dunia Pendidikan, Walikota Langsa Bagikan Paket Perlengkapan Sekolah
Bupati Bireuen Serahkan 5.548 SK PPPK PW Tegaskan Disiplin Tanpa Toleransi
Pimpin Rakor Penanggulangan Bencana, Wagub Minta Kabupaten/Kota Fokus Persiapan Ramadhan
Bupati Aceh Barat Lantik 132 Pejabat di Tugu Kupiah Teuku Umar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:08 WIB

Pemko Langsa akan Distribusi Daging Meugang Hari ini

Senin, 16 Februari 2026 - 21:29 WIB

Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Stok Logistik Harus Siap Sebelum Ramadhan

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:36 WIB

Asisten Administrasi Umum Hadiri Paripurna Perdana DPRA 2026

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:23 WIB

Setahun Pemerintahan Baru, Pendidikan Dayah Aceh Bergerak Maju

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:24 WIB

Awal Tahun 2026, DRKA Berhasil Donor 22 Kantong Darah

Berita Terbaru

Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE

Pemerintahan

Pemko Langsa akan Distribusi Daging Meugang Hari ini

Selasa, 17 Feb 2026 - 17:08 WIB

Aceh Selatan

Setengah Kilo Daging Meugang Syarat Makna di Pasar Kota Fajar

Selasa, 17 Feb 2026 - 11:10 WIB