BIREUN I Atjeh Terkini.id- Dampak daripada banjir dan lonsor Aceh Gampong Simpang Mulia, kawasan terpencil di Kecamatan Juli, 16 Km dari Kabupaten Bireuen, belum tersentuh perhatian serius Pemerintah daerah, Provinsi Aceh.
Hal tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan oleh Atjeh Terkini. Senin (26/01/2026).

Sebagai mana diketahui, jembatan akses satu-satunya putus tak dapat dilintas oleh warga menuju gampong tersebut, bahkan sekarang ini masih menyisa poing-poing beton bekas terjangan banjr bandang.
Keuchik Gampong, Nazaruddin, mengisahakan duka kala bencana alam pora-poranda di terjang banjir akses sarana umumnya seperti rumah warga rumah Ibadah, Sekolah, Polindes rusak parah di terjang banjir bandang,
penyebab parahnya banjir mengingat kawasan gampong digampong Simpang Mulia berada dilereng bukit dan sungai, banyak warga kehilangan harta benda tidak bisa diselamatkan, dikarenakan tidak tiada lagi tempat berteduh warga mengungsi gunakan tenda darurat apa adanya.
terkait bantuan kami akui ada namun sangatlah minim, hal ini ada kemungkinan akses menuju ke gampong kami selan pedalam juga sulit dilintasi mengingat jembatan yang ada sudah putus serta jalan rusak parah,
Adapun sebelumnya bantuan kebutuhan pokok paling dari Pemkab Bireuen saja, sedangkan dari Pemerintah Aceh minim sekali. terang Nazar.
akan tetapi untuk sekarang ini kerusakan mulai perbaikan berkat bantuan relawan Yayasan Hakka peduli Aceh bantu dua Unit Excavator bersihkan jalan, sedangkan jembatan sama sekali tidak bisa dilintasi, oleh karena itu butuh segera paling tidak jembatan darurat. Pinta Nazaruddin.
“Yang sangat terdesak saat ini adalah Rumah Ibadah mejelang bulan suci ramadha warga resah hendak terawih dimana, oleh karena harapan kami butuh perhatian serius pemerintah Aceh. “pinta Nazaruddin, (Mega).














