Bener Meriah I Atjeh Terkini.id- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menanggapi klarifikasi Ketua P2GC terkait Tundingan GMNI menggunakan bahasa yang tidak pantas dalam kritikan kenaikan harga material galian C. Tuduhan tersebut dinilai sebagai bentuk pengaburan substansi persoalan dan upaya beralibi dari fakta yang sesungguhnya.Rabu 7 januari 2026.
Tokoh GMNI kerab disapaan Alfian Toga menegaskan, bahwa polemik ini bermula dari adanya tabel harga material galian C yang secara terang-terangan dikeluarkan dan telah ditandatangani oleh terkait, lebih jauh, tabel tersebut menurutnya sudah di implementasikan oleh salah satu perusahaan galian C di kabupaten Bener Meriah, yang berdampak langsung pada melonjaknya harga pasir ayak secara drastis.
“Jangan beralibi. Jelas-jelas tabel harga itu ada dan sudah ditandatangani. Faktanya, harga pasir ayak di lapangan sudah naik tajam. Sekarang mengaku belum pernah membuat atau menyepakati kenaikan harga, lalu menuduh kami mengeluarkan kata-kata tak pantas. Ini jelas belunder,” tegas Alfian Toga.
GMNI menilai bantahan yang disampaikan Ketua P2GC bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Pasalnya, GMNI mengaku telah mengantongi bukti konkret terkait kenaikan harga material yang merugikan masyarakat, khususnya di tengah kondisi pasca bencana dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan warga.
Menurut Alfian Toga, alih-alih membantah dan melempar isu etika bahasa, pihak P2GC seharusnya berani bertanggung jawab secara moral dan terbuka atas kebijakan yang berdampak luas terhadap kepentingan publik.
“Ini bukan soal bahasa, ini soal penderitaan rakyat. Ketika harga material naik sepihak, yang terdampak langsung adalah masyarakat kecil. Jangan tutupi kesalahan dengan narasi seolah-olah kami yang keliru,” lanjutnya.
GMNI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan mendesak agar seluruh pihak yang terlibat bersikap jujur, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan justru mempermainkan fakta demi menyelamatkan citra kelompok tertentu. (Bram)












