Singkil | Atjeh Terkini.id – Nama Yakarim Munir Lembong kian menguat dan bergema di tengah masyarakat Aceh Singkil. Sosok yang dikenal vokal, berani, serta konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat kecil ini semakin dicintai dan dinilai sebagai figur pemimpin masa depan yang dibutuhkan daerah.
Yakarim Munir Lembong dikenal sebagai sosok tegas dalam bersikap, namun tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Ia tidak menempatkan dirinya sebagai tokoh yang berjarak, melainkan hadir di tengah rakyat, mendengar langsung keluhan, serta berani menyuarakan ketidakadilan yang dialami masyarakat kecil dan kelompok terpinggirkan.
Kecintaan publik terhadap Yakarim terus tumbuh seiring konsistensinya dalam memperjuangkan penegakan hukum dan keadilan sosial. Ketegasan yang dimilikinya tidak pernah dibarengi arogansi, justru melahirkan kepercayaan serta harapan baru di kalangan masyarakat Aceh Singkil.
Sejumlah tokoh dan warga menilai, perjalanan Yakarim tidak lepas dari ujian berat. Ia sempat mengalami dugaan kriminalisasi yang diduga melibatkan oknum perusahaan dan aparat penegak hukum (APH) setempat. Meski demikian, tekanan tersebut tidak mematahkan semangat juangnya. Saat ini, Yakarim Munir Lembong telah menjalani bebas bersyarat, dan banyak pihak menilai kasus yang menimpanya perlu dilihat secara objektif karena diduga sarat kepentingan.
“Ketegasan beliau luar biasa, tetapi tetap rendah hati. Itulah yang membuat kami semakin percaya dan mencintai beliau,” ujar Usman salah seorang warga Aceh Singkil, Minggu (25/1/2026).
Masyarakat Aceh Singkil menyadari bahwa waktu pemilihan kepala daerah masih cukup panjang. Namun demikian, harapan publik sudah mulai tumbuh dan menguat. Sebagai bagian dari masyarakat Aceh Singkil, banyak warga menyampaikan harapan agar Yakarim Munir Lembong bersedia mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Aceh Singkil pada periode mendatang.
“Meski pilkada masih lama, kami berharap Pak Yakarim bersedia maju. Sosok seperti beliau dibutuhkan untuk membawa perubahan,” tutur warga lainnya.
Masyarakat meyakini, pengalaman pahit yang pernah dialami Yakarim Munir Lembong justru membentuk karakter kepemimpinan yang lebih matang, berempati, dan berintegritas. Pemimpin yang pernah merasakan ketidakadilan dinilai akan lebih memahami penderitaan rakyat dan berani memperjuangkan kepentingan mereka.
Kini, Yakarim Munir Lembong tidak hanya dipandang sebagai pejuang hukum dan keadilan, tetapi telah menjadi simbol harapan baru masyarakat Aceh Singkil—harapan akan hadirnya pemimpin yang berani, bersih, dan benar-benar lahir dari perjuangan bersama rakyat.(Aiyub bancin)














