PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir

Jakarta | Atjeh Terkini.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan atas pencabutan kartu liputan Istana yang dialami wartawan CNN Indonesia usai melontarkan pertanyaan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (27/9/2025).

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menghambat kemerdekaan pers dan bertentangan dengan amanat konstitusi serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pasal 28F UUD 1945 menjamin hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Sedangkan Pasal 4 UU Pers menegaskan kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, tanpa penyensoran atau pelarangan penyiaran,” ujar Munir dalam keterangan resmi, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga :  Reportase, KEJ dan Wartawan Pembawa Berita Baik

PWI juga mengingatkan bahwa Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyebutkan setiap pihak yang dengan sengaja menghalangi atau menghambat pelaksanaan kemerdekaan pers dapat dikenai pidana penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta.

Menurut Munir, pencabutan kartu liputan wartawan CNN Indonesia dengan alasan pertanyaan di luar agenda Presiden tidak dapat dibenarkan karena menghalangi tugas jurnalistik serta membatasi hak publik untuk memperoleh informasi.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan Bansos Beras 10 Kg Kepada Masyaraka Kurang mampu, Ini Syaratnya

Munir juga mendorong Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta membuka ruang dialog dengan insan pers.

“Menjaga kemerdekaan pers berarti menjaga demokrasi. Oleh karena itu, setiap bentuk pembatasan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU Pers harus dihentikan,” tegas Munir.(**)

Berita Terkait

428 Warga Binaan Lapas Aceh Tamiang Dilepas Saat Bencana Banjir 
Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kapolri : Mudik Nataru 2025 Aman dan Nyaman
Kemenag Luncurkan PMB PTKIN 2026, Berikut Jalur dan Jadwal Pendaftarannya
Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Mayor Jenderal Al Hnaity
Putri Asal Aceh, Jihan Fanyra Raih Runner-Up Duta Santri Nasional 2025 
Akhmad Munir Umumkan Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025–2030
Akhmad Munir Ketum PWI Pusat Hasil Kongres Persatuan di Cikarang
Wagub Aceh Hadiri APKASI Otonomi Expo 2025
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:40 WIB

428 Warga Binaan Lapas Aceh Tamiang Dilepas Saat Bencana Banjir 

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:33 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kapolri : Mudik Nataru 2025 Aman dan Nyaman

Senin, 22 Desember 2025 - 14:18 WIB

Kemenag Luncurkan PMB PTKIN 2026, Berikut Jalur dan Jadwal Pendaftarannya

Sabtu, 15 November 2025 - 20:59 WIB

Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Mayor Jenderal Al Hnaity

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 12:29 WIB

Putri Asal Aceh, Jihan Fanyra Raih Runner-Up Duta Santri Nasional 2025 

Berita Terbaru

Aceh Utara

Kemenag Aceh Utara Pantau Pembelajaran Hari Pertama Pasca Banjir

Selasa, 6 Jan 2026 - 00:12 WIB