Gigihnya Kepsek SD Pante Kera Terobos Belantara Bawa Logistik Korban Banjir 

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi itu deru mesin boat membelah arus sungai Tamiang. Tiga pendidik mengarungi sungai dengan membawa logistik untuk korban banjir bandang, di Gampong Pante Kera dan Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Kepsek SD negeri Pante Kera, Mulia Risa SP.d, bersama M.Raihan dan Nur Subhan tergerak hatinya untuk membantu warga di sana. Setelah berhasil mengumpulkan donasi dari para guru  di Kabupaten Aceh Timur sebesar 10 juta. Mereka bertiga nekat menyuplai logistik melawan derasnya arus hulu sungai Tamiang ditengah belantara pada Rabu 10 Desember 2025.

“Saya bersama dua orang guru lainnya menyuplai logistik ke masyarakat di tempat saya mengajar,” papar Mulia, Minggu (14/12/2025).

Berjibaku dengan alam pasca banjir, Mulia bersama timnya tetap gigih mengantar logistik di daerah terisolir.

Baca Juga :  Mesin Mati, Seorang Petani Tenggelam

Bantuan yang di bawa, beras 150 kg, telor 20 papan, minyak goreng 40 kg, mie instan 20 dus serta rempah rempah seperti bawang, cabai dan lainnya.

Bergelut dengan lumpur, tak membuat Mulia berkeluh kesah. Semangat membara membantu warga terdampak banjir sebanyak 150 Kepala Keluarga di sekitar sekolah yang di pimpinnya, seolah bak pejuang kemanusiaan sejati.

“Tergugah hati kami untuk membantu warga yang dampak banjir, meski bantuan dari Pemerintah sudah di suplai melalui udara dan jalur sungai,” ujar Mulia lagi.

Kendati sebelumnya telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah, Namun menurut Ridha kebutuhan sembako masih belum terpenuhi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Rohingya Kembali Sambangi Aceh Timur 

“Mereka sangat berterima kasih kepada kami telah mengantarkan logistik untuk kebutuhan sehari – hari,” kata Mulia.

Banjir di Gampong Pante Kera dan Batu Sumbang, menurut laporan Ridha telah menyapu rumah penduduk sekitar 90 persen. Namun tidak ada korban jiwa, hanya harta benda yang hilang tak tersisa.

“Sekarang ini sisa dari puing – puing rumah di kumpulkan di buat gubuk sebagian besar dihuni oleh masyarakat korban banjir,” papar Mulia.

Selanjutnya kata Ridha, bantuan logistik tahap ke dua akan diantar pada Kamis 18 Desember 2025 melalui jalur yang sama.

“Bantuan tahap kedua tersebut berasal dari Bandung, Mohon doanya agar kami selamat sampai tujuan,” pungkas Mulia mengakhiri percakapan.(Syaf)

Berita Terkait

Honor Tahun 2025 Belum Dibayar, Mantan Perangkat Gampong Alu Punti Melapor ke Polsek
Pria Paruh Baya Ditemukan Gantung Diri, Tulis Surat Wasiat ke Anak Istri 
Dua Keuchik di Aceh Timur Diperiksa Satpol PP-WH Imbas Gelar Hiburan Keyboard
Pengobatan Massal, Sembako Gratis dan Pasar Murah Warnai Pembukaan TMMD Ke-128 di Aceh Timur 
Pasutri Asal Riau Meninggal Dunia Akibat Tabrak Lari
Ribuan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Gelar Aksi Unjuk Rasa
Pendemo Ungkap Kekecewaan, Korban Banjir Dekat Pusat Pemerintahan Tak Menjadi Perhatian 
Empat Anak Tenggelam di Kuala Peudawa, Saat Liburan Hari Raya
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:11 WIB

Honor Tahun 2025 Belum Dibayar, Mantan Perangkat Gampong Alu Punti Melapor ke Polsek

Senin, 27 April 2026 - 11:30 WIB

Pria Paruh Baya Ditemukan Gantung Diri, Tulis Surat Wasiat ke Anak Istri 

Jumat, 24 April 2026 - 12:11 WIB

Dua Keuchik di Aceh Timur Diperiksa Satpol PP-WH Imbas Gelar Hiburan Keyboard

Rabu, 22 April 2026 - 16:24 WIB

Pengobatan Massal, Sembako Gratis dan Pasar Murah Warnai Pembukaan TMMD Ke-128 di Aceh Timur 

Rabu, 22 April 2026 - 16:11 WIB

Pasutri Asal Riau Meninggal Dunia Akibat Tabrak Lari

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Aceh Barat Lepas 211 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Jun 2026 - 12:57 WIB