PIDIE JAYA l Atjeh Terkini.Id- Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) melalui intervensi pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor bagi keluarga berisiko stunting di Gampong Drien Bungong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, diresmikan pada Rabu (4/3/2026).
Peresmian fasilitas air bersih tersebut dilakukan oleh Bupati Pidie Jaya yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Said Abdullah sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pencegahan stunting melalui penyediaan akses sanitasi dan air bersih bagi masyarakat.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Lueng Bata Banda Aceh yang berperan sebagai orang tua asuh dalam Program GENTING di Provinsi Aceh. Program ini menyasar keluarga berisiko stunting dengan berbagai bentuk intervensi, salah satunya penyediaan sarana dasar seperti air bersih untuk mendukung kesehatan keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Pidie Jaya, Eddy Azwar, mengatakan bahwa Gampong Drien Bungong dipilih sebagai lokasi intervensi karena memiliki jumlah keluarga berisiko stunting yang cukup tinggi. Selain itu, warga di gampong tersebut selama ini juga menghadapi persoalan kekeringan sumur.
“Melalui pembangunan sarana air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui perbaikan sanitasi dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BSI KCP Lueng Bata, Yudhi Candra, menyampaikan bahwa BSI merasa terpanggil untuk turut mendukung program nasional GENTING yang difokuskan di Kabupaten Pidie Jaya. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam mempercepat penurunan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BSI atas dukungannya sebagai orang tua asuh dalam program pencegahan stunting. Ia berharap fasilitas air bersih tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga oleh masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat menggunakan dan merawat fasilitas ini dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari. Akses air bersih dan sanitasi yang baik menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting,” kata Safrina.
Bupati Pidie Jaya yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Said Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Aceh dan BSI atas kolaborasi dalam Program GENTING. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat upaya penurunan stunting di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sangat mengapresiasi dukungan BKKBN dan BSI sebagai mitra strategis dalam program GENTING. Kehadiran fasilitas air bersih ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang warga Gampong Drien Bungong, Nuraini mengaku sangat bersyukur atas pembangunan sumur bor tersebut karena selama ini warga kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
“Selama ini kami sering kesulitan air karena sumur di rumah banyak yang kering. Dengan adanya sumur bor ini kami sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci dan menjaga kebersihan keluarga,” ungkapnya.
Warga lainnya, Muhammad Nasir juga berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan bersama dan dijaga oleh masyarakat.
“Air bersih sangat penting bagi kesehatan keluarga, apalagi bagi anak-anak. Kami berterima kasih kepada Pemerintah dan BSI yang sudah membantu warga di gampong kami,” katanya. (**).
Sumber Berita: Humas BKKBN Aceh
















