Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Utara menggelar upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI yang dipusatkan di halaman Kankemenag setempat, Sabtu (03/01/2026).
Peringatan HAB tahun ini yang sebelumnya dikemas semeriah mungkin, namun akibat banjir yang terjadi pada November silam dilaksanakan sesederhana mungkin tanpa mengurangi nilai dan semangat kebersamaan serta penuh khidmat.
Kepala Kantor Kemenag Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag,. M.Si memimpin langsung kegiatan ini dan dihadiri Kasubbag TU H. Sabaruddin, S.Ag., M.Sos, para Kasi dan Penyelenggara Zawa, Pengawas Madrasah dan PAI, Kepala Madrasah, Kepala KUA Kecamatan, Penyuluh dan segenap ASN yang masih aktif serta yang purnatugas di lingkungan Kemenag Aceh Utara tahun 2025.
Pada kesempatan ini, Kakankemenag Aceh Utara membacakan pidato Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. HAB ke-80 Kemenag mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.
“Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” katanya.
Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini.
Lanjutnya, Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.
“Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Fadli.
Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak.” Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat, ungkap Menag dalam pidatonya yang dibacakan Fadli.
Dikatakannya, memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum. Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan kita terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang melebihinya.
Dalam merespons tantangan zaman, perlunya menengok kembali lembaran sejarah peradaban. Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Kini, umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kita hidup di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. “Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI,” tegasnya.
Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.
Sesuai tema HAB ke-80, Menag mengajak satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.
Usai upacara, dilanjutkan penyerahan sebanyak 41 paket bingkisan kepada para pensiunan, serta pemberian sertifikat penghargaan kepada kepala madrasah dan guru berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah.
“Pemberian penghargaan kepada para pensiunan purnabakti ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas serta pengabdiannya selama bertugas di Kementerian Agama, dan juga penghargaan bagi sejumlah kepala madrasah dan guru berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi Aceh beberapa waktu lalu,” terang Kasi Pendidikan Madrasah, H. Munzir saat ditemui wartawan usai upacara.
Amatan media ini, Kemenag Aceh Utara juga menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan empati serta kepedulian sosial ASN Kemenag terhadap sesama.
Kemudian acara dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin Abati H. Samsul Bahri di Masjid Al Qautsar Alue Mudem yang terletak bersebelahan dengan Kantor Kemenag Aceh Utara. “Dzikir dan doa bersama ini sebagai wujud rasa syukur dan keampunan serta demi keselamatan dan keberkahan bangsa, terlebih baru saja dilanda bencana banjir dan tanah longsor,” kata Abati Samsul. (H.Yos)














