Aceh Utara | Atjeh Terkini.id – Ratusan hektar sawah petani siap tanam di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara terancam kering akibat bendungan di Krueng Pase sayap kiri diterjang banjir bandang 26 Januari 2025.
Kini ribuan petani mengeluh tidak fungsionalnya bendung yang direncanakan aktif pada awal 2026.
Para petani Meurah Mulia menginisiasi pemasangan pompa darurat dan sumur bor yang terbatas ketersediaan air payau.
Dampak banjir bandang dirasakan oleh ribuan petani di kecamatan Meurah Mulia Samudera dan Syamtalira Bayu.
Mukim Tunong Meurah Mulia, Fauzan, Minggu (18/1/2026) mengaku sedang bekerjasama dengan masyarakat untuk upaya pembelian pengangkatan sumur bor dan pompa darurat guna mengaliri ratusan hektar sawah siap tanam, namun kewalahan dengan biaya satu unit sumur bor capai 5.000.000 rupiah saat ini kami harus swadaya, ungkap fauzan sambil menunjukkan hamparan sawah yang membentang.

Dia berharap, adanya perhatian Pemkab Aceh Utara mengingat ini juga akibat banjir, seharusnya irigasi dan bendung sudah selesai, namun karena diterjang banjir maka bendung yang rencana awal akan di aktifkan pada Januari 2026 gagal total.
Lebih lanjut, salah seorang pemuda Kuta Batee Yahdil juga mengaku kekeringan akan menghadang petani Meurah Mulia dan sekitarnya.
“Ini sangat disayangkan ketika daerah lain tidak bisa produksi akibat lumpur tebal harusnya lahan Meurah Mulia menjadi penggairah panen raya di bulan Maret dan April 2026. Ini butuh penanganan serius dari Bupati Aceh Utara dan Dinas terkait,” ungkap Yahdil.
Pantauan media ini, di lapangan sepanjang jalan induk Meurah Mulia para petani sedang membajak sawah bahkan ada yang sudah tanam padi walaupun air hanya 1 centi meter di atas permukaan sawah, namun masyarakat sangat optimis bisa panen jelang hari raya Idul Fitri dan pasca Hari Raya Idul Fitri mendatang. (H.Yos)












